APBD Ngendap di Perbankan Capai Rp 226 Triliun, Jokowi Sentil Kepala Daerah

- Rabu, 24 November 2021 | 17:09 WIB
Presiden Jokowi menyentil kepala daerah yang dinilai tidak optimal dalam menyerap APBN dengan anggaran yang mengendap di perbankan mencapai Rp  226 triliun.  (Instagram.com/@jokowi)
Presiden Jokowi menyentil kepala daerah yang dinilai tidak optimal dalam menyerap APBN dengan anggaran yang mengendap di perbankan mencapai Rp 226 triliun. (Instagram.com/@jokowi)

HALLO INDONESIA - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera merealisasikan anggaran karena terdapat Rp226 triliun yang masih mengendap di perbankan.

“Para Gubernur, Para Bupati, dan para Walikota, tadi pagi saya cek ke Menteri Keuangan, masih ada berapa uang yang ada di bank?"

Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi, tidak turun justru naik. Saya sudah peringatkan di Oktober, seingat saya Rp170 triliun, ini justru naik jadi Rp226 triliun,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu 24 November 2021.

Baca Juga: APBD Perubahan 2021 Pemprov Sulsel, Ada Anggaran Titipan Rp8,9 Miliar di Biro Kesra?

Jokowi menilai Rp226 triliun merupakan angka yang tinggi sekali.

Pemerintah daerah perlu segera melakukan penyerapan anggaran karena sudah menjelang akhir tahun 2021.

“Uang kita sendiri saja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya nggak kena," ucap Jokowi.

Baca Juga: Saat Presiden Jokowi Tanam Jagung Pakai Traktor di Jeneponto

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta daerah untuk merealisasikan APBD-nya, uang sendiri dihabiskan.

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Sumber: kemenkeu.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dituding MPR Tak Kooperatif, Sri Mulyani Buka Suara

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:19 WIB

Sukuk Negara Berkontribusi dalam Pembangunan di Bali

Senin, 29 November 2021 | 12:51 WIB

Kementerian ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2021

Senin, 29 November 2021 | 10:32 WIB
X