Kritik Ahok, Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga Jangan Mengaburkan yang Sudah Jelas

- Rabu, 1 Desember 2021 | 07:30 WIB
 Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Erick Thohir. (Instagram.com/@basukibtp)
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Erick Thohir. (Instagram.com/@basukibtp)

HALLO INDONESIA - Sikap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga terkesan lancang telah mengingatkan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar tidak merasa menjadi direktur utama.

Dimikian dinyatakan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman kepada wartawan Selasa, 30 November 2021 di Medan.

"Karena pernyatan Arya itu adalah sikap salah kaprah alias gagal paham, malah seolah mencoba mengaburkan yang sudah jelas di bawah matahari," ungkap Yusri.

Baca Juga: Kemenperin Bangun PIDI 4.0, Jendela Digitalisasi Indonesia untuk Dunia

Seharusnya, lanjut Yusri, Arya membaca terlebih dulu Undang Undang BUMN, baru bicara ke media.

"Selain itu dia hanya sebagai Staf Khusus Menteri BUMN, sehingga bukan kapasitas dia mengomentari atas sikap Ahok."

"Selaku Komut Pertamina memang harus menjaga proses bisnis di Pertamina agar menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG)," ungkap Yusri.

Baca Juga: Blok Migas Rokan Butuh Investasi Rp 42 Triliun, Wamen BUMN Harap Bisa Terwujud Beberapa Tahun Mendatang

"Arya harusnya baca dulu walau mungkin gak paham bunyi pasal 31 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang tugas seorang Komisaris BUMN."

"Yakni mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasehat kepada direksi," lanjut Yusri.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: CERI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X