Jika Harga Minyak Goreng Curah Belum Rp14.000 per Liter, Ekspor Minyak Goreng Dilarang

- Rabu, 27 April 2022 | 16:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. setkab.go.id)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. setkab.go.id)

HALLO INDONESIA - Kebijakan pelarangan ekspor minyak atau Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein) resmi diberlakukan pemerintah.

Jangka waktu pelarangan adalah sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat dengan harga Rp14.000 per liter yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pelarangan ekspor tersebut hanya berlaku untuk produk RBD Palm Olein dengan tiga kode Harmonized System (HS) yaitu: 1511.90.36; 1511.90.37 dan 1511.90.39.

Baca Juga: Polda Metro Jaya: Kebijakan Ganjil Genap Tak Berlaku Selama Libur Lebaran 2022

Adapun untuk CPO dan RPO masih tetap dapat diekspor sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perusahaan tetap bisa membeli tandan buah segar (TBS) dari petani.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, maka sementara ini diberlakukan pelarangan ekspor sampai tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per liter di pasar tradisional."

"Dan mekanisme pelarangannya disusun secara sederhana,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu 27 April 2022.

Baca Juga: Menko Luhut Pandjaitan Temui Bos Tesla Elon Musk, Begini Kisahya Menurut Dubes AS Rosan Roeslani

Kebijakan larangan ekspor tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X