Masa Penahanan Dirjen Daglu Kemendag Diperpanjang, Kasus Fasilitas Ekspor Minyak Goreng

- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:53 WIB
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana. (Dok. kemendag.go.id)
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana. (Dok. kemendag.go.id)

HALLO INDONESIA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memperpanjang masa penahanan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana.

Penahanan terhadap Wisnu sebagai tersangka kasus korupsi minyak goreng (migor) itu dilakukan selama 40 hari kedepan.

"Perpanjangan penahanan dilakukan sampai 17 Juni 2022," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Sopir Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan dalam Peristiwa Kecelakaan Tunggal di Serpong

Selain Wisnu, tiga tersangka lain dalam kasus ini juga turut diperpanjang masa penahanannya antara lain Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA.

Kemudian, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor dan General Manager PT Musim Mas Picare Tagore.

Kata Ketut Sumedana, tersangka Tumanggor dan Wisnu Indrasari ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung.

Baca Juga: Amerika Serikat Nyatakan Ada 5 WNI yang Jadi Fasilitator Keuangan ISIS, Ini Reaksi BNPT

Sedangkan dua lainnya yakni Stanley dan Picare menjalani penahanan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun perpanjangan penahanan ini, kata Ketut dilakukan dalam rangka pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut atas kasus korupsi minyak goreng.

"Perpanjangan penahanan tersebut dilakukan guna kepentingan pemeriksaan pada tingkat penyidikan yang belum selesai," jelas Ketut Sumedana.

Baca Juga: Pengisian Penjabat Kepala Daerah Rentan Praktik Korupsi, Ini Alasan Firli Bahuri

Diberitakan sebelumnya, Kejagung menetapakan tersangka Indrashari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag bersama tiga pihak swasta yankni Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup.

Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia dan, Pierre Togar Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Para tersangka melakukan pemufakatan terkait perizinan ekspor CPO atau minyak goreng yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan.

Baca Juga: Penamaan Jakarta Internasional Stadium Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Wagub Riza Patria

Padahal tiga perusahaan milik tersangka itu tidak memenuhi persyaratan ekspor.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X