Imbangi Permintaan Energi Primer, Peran Gas Bumi Ditingkatkan pada Saat Transisi Energi

- Jumat, 13 Mei 2022 | 17:22 WIB
Indonesia Dorong Investasi Gas Alam. (Pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)
Indonesia Dorong Investasi Gas Alam. (Pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)

HALLO INDONESIA - Pemerintah Indonesia akan meningkatkan peran gas bumi selama masa transisi energi.

Untuk mengimbangi permintaan energi primer, dan mencapai target netralitas karbon melalui investasi.

Hal  tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, melalui keterangan tertulisnya, Kamis 12 Mei 2022.

Baca Juga: Mabes Polri akan Pantau Ketersediaan Minyak Goreng dari Produsen hingga di Pasaran
 
"Investasi dalam proyek gas alam perlu ditingkatkan secara global untuk mendorong penggunaan gas alam yang lebih besar," ujarnya.

Tutuka menuturkan, transisi energi bersih harus dilakukan secara komprehensif dalam berbagai tahapan dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan, dan keberlanjutan. 

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), porsi gas bumi ditargetkan mencapai 24 persen dalam bauran energi nasional pada 2050.

Baca Juga: Frisian Flag Indonesia Serahkan Bantuan Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19
 
Cadangan gas Indonesia menjadi salah satu faktor penentu target tersebut.

Kementerian ESDM memproyeksikan total cadangan gas sejumlah 62,39 trilion standard cubic feet (TSCF) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
 
Pemerintah mengundang calon investor untuk berkontribusi dalam mengembangkan cadangan.

Baca Juga: Bareskrim Sita Uang Rp22,9 Milyar Hingga 5 Mobil Terkait Kasus Robot Trading Viral Blast

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X