Peternak Hingga Pengusaha Daging Merasa Resah Gara-gara Wabah PMK

- Senin, 16 Mei 2022 | 22:26 WIB
Ilustrasi Sapi Ternak. (Pixabay/RyanMcGuire)
Ilustrasi Sapi Ternak. (Pixabay/RyanMcGuire)

HALLO INDONESIA - Pihak Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Indonesia mengungkapkan dampak ekonomi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak makin nyata dan menghawatirkan.

Sekarang ini banyak peternak, pengepul dan pengusaha ternak serta daging olahan resah.

Hal itu disebabkan, sektor usaha mereka praktis berhenti.

Baca Juga: Kondisi Perekonomian Semakin Membaik, Seiring Terkendalinya Covid-19 di Indonesia

Ketua Umum Aspednak Indonesia Isa Anshori menjelaskan kebijakan karantina kandang dan tertutupnya jalur distribusi ternak antar daerah/wilayah, menyebabkan ketersediaan daging dan hewan ternak yang sehat terancam.

"Itu menyebabkan masyarakat kebingungan, dimana daging dari pemotongan ternak suspect PMK berpotensi terus beredar di provinsi asal karena para peternak berusaha menyelamatkan masing-masing pendapatannya,” tuturnya, Senin, 16 Mei 2022.

“Meksipun terjual murah dan jangka waktu yang cepat akan terus membuat dampak harga ternak dan daging semakin mahal," sambungnya.

Baca Juga: Sinergi Antar Lembaga Gagalkan Ekspor 8 Kontainer Berisi 121,985 Ton Minyak Goreng

Lebih jauh, dirinya mengatakan, konsumen daging tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi hotel, restoran, rumah sakit serta pedagang makanan berbahan pokok daging juga terancam tidak bisa mendapatkan daging yang mereka butuhkan karena populasi ternak yang sehat semakin berkurang karena wabah PMK ini.

Asosiasinya pun menyatakan kondisi tersebut harus mendapat solusi sesegera mungkin.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X