Aset Tambang Seluas 5.350 Hektare Milik Terpidana Heru Hidayat Disita Kejagung

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:11 WIB
Tersangka Heru Hidayat terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya. (Dok. Kejaksaan.go.id)
Tersangka Heru Hidayat terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya. (Dok. Kejaksaan.go.id)

HALLO INDONESIA - Kejaksaan Agung menyita aset tambang milik terpidana Heru Hidayat seluas 5.350 hektare.

Penyitaan dilakukan terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

Adapun pelaksanaan sita eksekusi dilakukan oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tim jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).

Baca Juga: Terdakwa Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, Terkait Kasus Korupsi PT Asabri

"Aset milik terpidana Heru Hidayat yang dilakukan sita eksekusi berupa seluruh areal tambang yang berada di PT Gunung Bara Utama (GBU) seluas 5.350 hektare area yang di dalamnya."

"Termasuk area produksi tambang, terminal khusus (jetty), seluruh stockpile dan area perkantoran," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Jumat, 20 mei 2022.

Sita eksekusi itu dilakukan untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2931 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus 2021, yaitu putusan pidana tambahan yang dijatuhi untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp10.728.783.375.000.

Baca Juga: Kejagung Eksekusi Aset Lahan Milik Terpidana Kasus Korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro

Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Heru Hidayat dihukum seumur hidup bersama-sama dengan Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT Hanson International Tbk dalam kasus korupsi Jiwasraya.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X