Menkeu Sri Mulyani Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Capai hingga 5,9 Persen

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:00 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok. Sekretariat Kabinet RI)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok. Sekretariat Kabinet RI)

HALLO INDONESIA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan mencapai sekitar 5,3 persen sampai 5,9 persen dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi pemulihan ekonomi nasional.

Demikian disampiakan Menkeu saat menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2023 di Jakarta pada Jumat, 20 Mei 2022.

Menkeu mengatakan tantangan dan risiko baru telah muncul dari faktor global baik dari sisi geopolitik, ekonomi dan keuangan yang sangat kompleks dan dinamis harus segera kita antisipasi dan kelola.

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Pantau Distribusi dan HET Minyak Goreng Curah

“Dua tantangan besar lain yang perlu terus kita waspadai dan antisipasi, yaitu: lonjakan inflasi global, terutama akibat perang Rusia–Ukraina, dan percepatan pengetatan kebijakan moneter global, khususnya di Amerika Serikat (AS),” kata Menkeu.

Sri Mulyani menjelaskan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) 2023 sendiri disusun berdasarkan kondisi Indonesia yang memasuki tahap transisi ke masa endemi.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro lainnya yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2023.

Baca Juga: Saat Ada Larangan Ekspor, Mendag Sebut Pasokan Minyak Goreng Meningkat 108,74 Persen

Adapun indikator asumsi makro lainnya mencakup inflasi tahun depan yang berada di kisaran 2,0 persen hingga 4,0 persen, nilai tukar rupiah Rp14.300 hingga Rp14.800 per dolar AS dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun sekitar 7,34 persen hingga 9,16 persen.

Kemudian harga minyak mentah Indonesia 80 dolar AS sampai 100 dolar AS per barel, lifting minyak bumi 619.000 sampai 680.000 barel per hari dan lifting gas 1,02 juta hingga 1,11 juta barel setara minyak per hari.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X