Bappebti Dinilai Lamban Tangani Masalah Robot Trading Sehingga Korban Semakin Banyak

- Rabu, 25 Mei 2022 | 16:43 WIB
Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji foto bersama  usai RDPU dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro. (Dok. dpr.go.id)
Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji foto bersama usai RDPU dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro. (Dok. dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Komisi VI DPR RI menerima aspirasi langsung dari tim kuasa hukum Robot Trading DNA Pro terkait permasalahan investasi yang dihadapi member DNA Pro.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro. DNA Pro sendiri merupakan platform yang menggunakan aplikasi robot trading yang dijual kepada para anggota DNA Pro.

Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji mengatakan telah mendengar aspirasi yang disampaikan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro.

Baca Juga: Beli Pelat Nomor Putih Kendaraan di Online Bisa Kena Tilang, Tidak Sesuai Spesifikasi

Aspirasi ini, nantinya akan diperjuangkan dan disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

"Semua pesan saya pikir sudah kita dengar, apalagi dari ibu Suwarni, tentu itu menambah dasar kita untuk memperjuangkan apa yang bapak ibu rasakan," ujar Sarmuji dalam RDPU dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu 25 Mei 2022.

Ia pun menambahkan, beberapa aspirasi yang disampaikan diantaranya adalah terdapat kontradiksi antara Bappebti dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dimana Bappebti menyatakan bahwa robot trading adalah ilegal.

Baca Juga: Polisi Berlakuan Sistem Ganjil Genap di Jalur Menuju Kawasan Puncak Bogor, Jelang Libur nasional

Sementara Kementerian Perdagangan telah memberikan legalitas berupa penerbitan surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL) kepada DNA Pro.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X