Sebanyak 3 sampai 4 Juta Pekerja Migran Indonesia Belum Jadi Peserta BP Jamsostek

- Rabu, 29 Juni 2022 | 16:40 WIB
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok. dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok. dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar mengatakan setidaknya ada tiga hingga empat juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belum menjadi peserta Jaminan Sosial.

Gus Muhaimin menambahkan, para PMI yang belum terdaftar itu tersebar di beberapa negara di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia hingga Arab Saudi.

“Warga kita yang berada di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, dan lain-lain, yang tentu membutuhkan perhatian serius dan belum menjadi peserta BP Jamsostek. Dan jumlahnya tidak kurang dari 3-4 juta jiwa."

Baca Juga: Dugaan Promosi Prostitusi Online Lewat Aplikasi Pesan Singkat WA, Polisi Selidiki Kasusnya

"Percepatan layanan bisa kita lakukan bila BP Jamsostek dan BPJS Kesehatan bekerja dengan cara kerja yang kreatif dan inovatif, agar saudara kita yang menjadi pekerja migran benar benar mendapatkan layanan yang seimbang seperti platform lainnya,” kata Gus Muhaimin dalam sebuah webinar, di Jakarta, Rabu 28 Juni 2022.

Untuk itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendorong Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) melakukan percepatan layanan jaminan sosial kepada para PMI di luar negeri.

Sebab menurutnya, DJSN harus membantu pemerintah mewujudkan target 100 persen cakupan jaminan sosial di Indonesia, baik jaminan kesehatan maupun jaminan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Pelapor Roy Suryo Dicecar 25 Pertanyaan dalam Kasus Patung Borobudur Mirip Jokowi

Gus Muhaimin menambahkan percepatan pelayanan bisa dilakukan jika BP Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan bekerja kreatif dan inivatif.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X