Sufmi Dasco Usul Pembentukan Satgas Terpadu Terkait Ratusan TKI Meninggal di Malaysia

- Rabu, 29 Juni 2022 | 16:47 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Dok. Dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Dok. Dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi laporan dari Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) soal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disebut meninggal dan beberapa lainnya mengalami penganiayaan di rumah tahanan imigrasi di Sabah, Malaysia.

Politisi Partai Gerindra itu mengusulkan dibentuk satuan tugas terpadu untuk memonitor dan menjamin pelindungan bagi tenaga kerja migran.

“Saya pikir perlu dibentuk satu Satgas yang berkoordinasi terpadu untuk memantau pekerja-pekerja Indonesia di luar negeri," ujar Dasco kepada awak media di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Juni 2022.

Baca Juga: Sebanyak 3 sampai 4 Juta Pekerja Migran Indonesia Belum Jadi Peserta BP Jamsostek

Lebih lanjut Dasco menyebutkan, dalam kasus ini tidak bisa menyalahkan satu lembaga tetapi memang perlu koordinasi mengenai masalah pekerja migran yang ditahan.

“Kita tidak menyalahkan satu lembaga, tetapi memang harus perlu koordinasi. Sebab mengenai pekerja migran bukan masalah yang mudah," jelas Dasco.

Diketahui, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengungkapkan sebanyak 149 Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal di dalam Pusat Tahanan Imigrasi Sabah, Malaysia.

Baca Juga: Dugaan Promosi Prostitusi Online Lewat Aplikasi Pesan Singkat WA, Polisi Selidiki Kasusnya

Banyak dari WNI itu diduga tewas karena kondisi tahanan yang buruk dan penyiksaan. Rinciannya, pada 2021 ada 101 WNI yang meninggal, sementara dari Januari hingga Juni 2022 terdapat 48 WNI yang tewas di pusat tahanan imigrasi Sabah.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X