PLN Diminta Cari Inovasi untuk Hasilkan Teknologi Energi Baru dan Terbarukan

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 20:32 WIB
Andi Yuliani beserta rombongan Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin pertama di Indonesia yang berada di Sulawesi Selatan. (Instagram.com@a.yulianiparis)
Andi Yuliani beserta rombongan Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin pertama di Indonesia yang berada di Sulawesi Selatan. (Instagram.com@a.yulianiparis)

HALLO INDONESIA - Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mencari inovasi untuk menghasilkan teknologi energi baru dan terbarukan (EBET).

Ia menilai Indonesia seperti ditekan oleh negara-negara barat untuk mengembangkan teknologi EBET. Namun dengan begitu, menurutnya, seolah membuat Indonesia ‘dipaksa’ untuk membeli teknologi dari negara-negara barat.

“Berkali-kali saya sampaikan rapat dengan PLN, cobalah Litbang (Penelitian dan Pengembangan) PLN mencari inovasi, sehingga ketika kita beralih ke energi baru dan terbarukan kita tidak tergantung dengan teknologi luar,” tegas Andi Yuliani saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR dengan Direktur Regional Sulmapana PT PLN (Persero), perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, di PLTU Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Kamis 30 Juni 2022.

Baca Juga: PLN Targetkan Seluruh Desa Dapat Menikmati Akses Listrik pada 2024

Baca Juga: Proyek Ibu Kota Nusantara Jalan Terus, PLN Tempatkan Satu Stasiun Pengisian Listrik Umum

Kemudian Andi Yuliani juga meminta PT PLN mempunyai perhitungan terkait penggunaan co-firing biomass untuk menghasilkan energi hijau atau green energy. Karena menurutnya perhitungan co-firing biomass penting untuk keberlanjutan green energy.

Untuk diketahuai co-firing biomass dapat dihasilkan melalui pemanfaatkan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk atau buangan. Contohnya adalah tanaman, pohon, ubi, rumput, kotoran ternak, tinja, limbah pertanian, dan sebagainya.

“Terkait implementasi co-firing biomass, ini hitungannya harus benar pak. Jangan sampai PLN tidak memiliki perhitungan yang tepat untuk menghasilkan green energy. Hal ini perlu dilakukan untuk menjamin keberlanjutan penggunaan co-firing, jadi bukan sekadar just image seakan-akan bahwa PLTU Barru telah menjalani energi baru dan terbarukan,” tandas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Baca Juga: Sinergi BUMN, Pertamina Lubricants Pasok Pelumas ke PLN, Dorong Peningkatan Produktivitas

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X