Negara Berpotensi Kehilangan Pendapatan dari Cukai Rokok, Ini Alasannya Menurut DPR

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 21:01 WIB
Ilustrasi Rokok. (Instagram.com@malangchanel)
Ilustrasi Rokok. (Instagram.com@malangchanel)

HALLO INDONESIA - Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo mengatakan, Komisi VII DPR RI memberikan concern pada industri rokok. Perkembangan industri tembakau harus dipantau dan terus diberikan solusi. Karena negara kemungkinan banyak terjadi potensi kehilangan pendapatan dari pajak cukai yang nilainya hampir menyentuh 20 persen.

“Nilai ini cukup fantastis,” ujar Sartono saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan peninjauan lapangan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Industri AGRO Kementerian Perindustrian, Dirut PT Djarum Kudus, Bupati Kudus, dan Kadis Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, serta pihak terkait lainnya di Kantor PT Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Kamis 30 Juni 2022.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa industri rokok harus siap menghadapi tekanan baru dalam berbagai aspek.  Tekanan yang datang dengan tujuan supaya industri ini bisa bertahan, seiring dengan banyaknya permintaan pasar dan kemajuan teknologi saat ini.

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Bekasi Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal, Beredar hingga Karawang

Baca Juga: Salurkan Bantuan di Pasar Muntilan, Jokowi: Bantuan Tidak Boleh untuk Beli Pulsa atau Rokok

“Serapan tenaga kerja sudah luar biasa, seperti buruh, petani dan juga pajak. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tadi, kita mendapatkan masukan-masukan yang luar biasa, dimana industri rokok lokal harus siap menghadapi tekanan seiring dengan perkembangan zaman. Ditambah banyaknya kompetitor yang masuk, termasuk produk-produk impor, bahkan rokok elektrik,” tuturnya.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VII tersebut mengapreasisi kebijakan yang dilaksanakan direksi PT Djarum Kudus dalam memberikan kesejahteraan kepada karyawannya. Dengan banyak melibatkan masyarakat sekitar, tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) yang diberikan PT Djarum tidak hanya pada karyawannya, tetapi juga teruntuk masyarakat umum.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Aksi Bullying Terhadap Remaja yang Disundut Rokok di Tangsel

“Dalam hal tanggung jawab sosial, PT Djarum sangat memerhatikan karyawannya, yaitu dengan memberikan jaminan sosial, berupa jaminan kesehatan, hadiah tahunan, tunjangan, jaminan kecelakan, serta jaminan pensiun. Tidak hanya itu, dari paparan tadi bahkan PT Djarum juga memberikan beasiswa pendidikan pada anak-anak karyawan sehingga dapat melanjutkan pendidikannya dengan baik,” apresiasi Sartono.

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X