Kementerian ESDM dan PLN Ajak Warga Jakarta Beralih ke Kompor Induksi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Kementerian ESDM dan PLN mengajak masyarakat yang tinggal di Jakarta untuk beralih dari kompor gas LPG ke ke kompor induksi listrik. (Dok. ESDM.go.id)
Kementerian ESDM dan PLN mengajak masyarakat yang tinggal di Jakarta untuk beralih dari kompor gas LPG ke ke kompor induksi listrik. (Dok. ESDM.go.id)


HALLO INDONESIA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak masyarakat khususnya yang tinggal di DKI Jakarta untuk beralih dari kompor liquefied petroleum gas (LPG) ke kompor induksi listrik.

Peralihan ke kompor induksi ini diharap dapat mengurangi penggunaan energi berbasis impor.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Harga Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Ferry Triansyah pada acara Talkshow New Lifestyle with Kompor Induksi  yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya di Jakarta.

Baca Juga: PLN Diminta Cari Inovasi untuk Hasilkan Teknologi Energi Baru dan Terbarukan

Menurutnya, setiap tahun harga LPG kian meningkat. Di sisi lain, pemerintah berkewajiban memberikan subsidi harga LPG bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga besaran subsidi kian meningkat.

Kompor induksi  dinilai mampu mengurangi gap devisa negara dengan memanfaatkan penggunaan energi listrik yang tersedia dengan kapasitas cukup di Indonesia.

Program kompor induksi ini disebut sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Sebanyak 2.740 Jiwa Berpotensi Terdampak Kondisi Kekeringan di Wilayah Lanny Jaya

"Impor LPG kita itu kurang lebih 77%. Antisipasinya adalah bagaimana penggunaan energi dari gas LPG beralih ke energi listrik untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi energi berbasis impor", ungkap Ferry mewakili Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan.

Menurut Ferry, pemerintah bersama dengan PLN  telah melakukan pilot project konversi kompor LPG ke kompor induksi di Solo dan Bali pada masing-masing 1.000 keluarga penerima manfaat dengan daya golongan listrik 450 VA dan 900 VA.

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Sumber: esdm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X