Pengamat Ekonomi: Tahun 2022, Momentum Tepat untuk Reformasi Kebijakan Subsidi BBM

- Rabu, 21 September 2022 | 06:47 WIB
Ilustrasi SPBU.  Pengamat ekonomi menilai tahun ini merupakan momentum yang paling tepat dalam melakukan reformasi kebijakan subsidi BBM. (Dok. Pertamina.com)
Ilustrasi SPBU. Pengamat ekonomi menilai tahun ini merupakan momentum yang paling tepat dalam melakukan reformasi kebijakan subsidi BBM. (Dok. Pertamina.com)

HALLO INDONESIA - Pengamat ekonomi menilai tahun ini merupakan momentum yang paling tepat dalam melakukan reformasi kebijakan subsidi BBM.

Pertimbangannya adalah masih adanya ruang diskresi dalam APBN 2022 terkait defisit dan soal ongkos politik yang akan makin besar jika ditunda.

“Momentum reformasi kebijakan subsidi energi harus segera dipercepat di semester dua ini. Sebab, ini akan membuat perubahan drastis kebijakan subsidi BBM,” kata ekonom INDEF Abra Talattov.

Baca Juga: Masyarakat Miskin Disebut Banggar DPR Hanya Nikmati 20 Persen Subsidi Energi BBM

Menurut Abra, kebijakan tersebut akan menimbulkan beberapa implikasi, seperti inflasi meski sifatnya temporer, serta resistensi dan pro kontra dari masyarakat terhadap kebijakan baru.

“Momen reformasi di tengah tahun kedua ini juga akan memungkinkan dilakukannya evaluasi. Jadi, ketika dampak negatifnya cukup luas dan besar, pemerintah bisa melakukan penyesuaian atau penyempurnaan kebijakan,” ujar Abra.

Ruang diskresi terkait defisit pada APBN 2022 dan kondisi APBN semester I/2022 yang surplus juga menjadi semakin menguatkan bahwa momentum reformasi kebijakan subsidi yang tepat adalah tahun ini.

Baca Juga: Kementerian ESDM Umumkan Lelang Wilayah Kerja Migas West Kampar

Dengan demikian, jika terjadi risiko akibat reformasi tersebut masih dapat diredam dengan fleksibilitas APBN.

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Sumber: Kemenkeu.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siaran TV Analog di Jabodetabek Distop 5 Oktober 2022

Jumat, 23 September 2022 | 18:36 WIB
X