Survei ADB, Hampir 50 Persen UMKM Menutup Usahanya Akibat Pandemi Covid-19

- Jumat, 30 Juli 2021 | 10:19 WIB
Pandemi Covid-19, selain menimbulkan korban jiwa juga menghancurkan dunia usaha. /Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari (Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari)
Pandemi Covid-19, selain menimbulkan korban jiwa juga menghancurkan dunia usaha. /Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari (Dok. Hallo.id/M. Rifa'i Azhari)

 

HALLO INDONESIA - Hasil survei cepat yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) menunjukkan, 48,6 persen UMKM di Indonesia menutup usahanya akibat pandemi Covid-19.

Bencana tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tapi juga menghancurkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Banyak kejadian bencana di Indonesia yang menyebabkan UMKM hancur dan sulit untuk pulih kembali.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM, Pasar Tradisional di Pekalongan Buka Sampai Pukul 9 Malam

Bencana secara nyata mengganggu keberlangsungan bisnis UMKM, apalagi Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang memiliki ancaman bencana alam maupun non-alam yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Plt Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ir. Harmensyah, Dipl.S.E.,M.M.

"Ketahanan bisnis atau business continuity management (BCM) menjadi sangat penting agar lembaga usaha dapat segera pulih paska terjadinya bencana," kata Harmensyah.

Baca Juga: Pemkab Semarang Salurkan 1.347 Ton Beras untuk 19 Kecamatan

Ia juga mengatakan, apabila lumpuhnya lembaga usaha akibat dampak dari bencana tidak segera ditindaklanjuti, maka akan timbul masalah baru yang berkepanjangan.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: BNPB Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X