Kepada Lola Amaria, Muhaimin Iskandar Ungkap Apresiasi Dan Dukungan Pada Film Pesantren

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:39 WIB
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar terkenang masa kecil setelah menonton film Pesantren. (HALLO INDONESIA/Jan Arie.)
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar terkenang masa kecil setelah menonton film Pesantren. (HALLO INDONESIA/Jan Arie.)


HALLO INDONESIA - Ditayangkan di bioskop mulai tanggal 4 Agustus 2022, film Pesantren bawa warna tersendiri. Berbeda dari film lain, film ini seperti sebuah biografi yang menceritakan kehidupan di pondok pesantren.

Tanggal 1 Agustus 2022 kemarin, film garapan sutradara Shalahuddin Siregar itu menggelar gala premier. Tak hanya wartawan, para tokoh seperti Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar ikut menontonnya.

Usai menonton, wajah sumringah tokoh yang akrab disapa Cak Imin itu terlihat. Ia mengaku terharu, karena menggambarkan lingkungannya sejak kecil yang sangat lekat dengan kehidupan pesantren.

Baca Juga: KPR Sudah Lunas Bertahun-Tahun, Nasabah ke Kantor BTN Tuntut Sertipikat Diberikan

"Saya benar-benar terharu dan bangga. Filmnya orisinil, asli dan lebih asli lagi. Pesantren belum berubah, seperti waktu saya masih kecil," kata Cak Imin.

Muhaimin Iskandar juga mengapresiasi film Pesantren karena mampu menyuguhkan pesan-pesan, ajaran-ajaran dan juga kajian-kajian yang berkembang di pesantren hingga terekspos dengan sangat bagus. Tak sekedar dokumenter, menurutnya film Pesantren juga menyajikan alur yang menarik.

Muhaimin Iskandar bersama tim film Pesantren. (HALLO INDONESIA/ Jan Arie)

"Harapan saya animo masyarakat melihat secara langsung. Dan saya juga menilai subtitle tadi benar-benar bagus menjelaskan alur film," katanya.

Baca Juga: Harga Batubara Acuan Agustus Naik Jadi USD 321,59 per Ton, Dipengaruhi Pasokan Gas Eropa

Film Pesantren sendiri memang benar-benar menggambarkan suasana pesantren. Produksinya dilakukan sejak tahun 2015 dengan mengulik segala hal tentang kehidupan pesantren di Pondok Kebon Jambuy Al-Islamy di Cirebon. Yang termasuk salah satu pesantren terbesar dengan 2000 santrinya dan pimpinannya seorang perempuan.

Halaman:

Editor: Jan Arie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X