MUI Dukung Film ‘Holy Prostitution’ Karya Cheryl Halpern & Natasha Dematra Sosialisasikan Anti Trafficking

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:27 WIB
MUI Dukung Film ‘Holy Prostitution’ Karya Cheryl Halpern & Natasha Dematra Sosialisasikan Anti Trafficking (Foto: dok. team promosi film 'Holy Prostitution')
MUI Dukung Film ‘Holy Prostitution’ Karya Cheryl Halpern & Natasha Dematra Sosialisasikan Anti Trafficking (Foto: dok. team promosi film 'Holy Prostitution')

HALLO INDONESIA – Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan penting tentang kemanusiaan.

Apalagi film dokumenter yang memotret kenyataan yang terjadi dalam kehidupan ini.

Demikian yang mengemuka dari film ‘Holy Prostitution’ karya Princess Cheryl Halpern dan Princess Natasha Dematra yang mensosialisasikan anti trafficking.
Untuk menyampaikan pesan lebih luas kepada masyarakat, film dokumenter ‘Holy Prostitution’ melakukan road show untuk mensosialisasikan anti Trafficking.

Film yang mengangkat fenomena Kawin Kontrak Nikah Mut’ah ini telah memulai road show pemutaran film Holy Prostitution.

Tempat pertama yang dipilih untuk pemutaran film ini adalah di Kecamatan Cigombong, Bogor. Dalam Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta remaja dan orang dewasa.

Acara ini juga didukung oleh Kepala Desa, Danramil, Kapolsek, Perwakilan MUI Cigombong, Pesantren Al-Muhajir.

Road Show ini akan berlangsung di enam tempat di Kabupaten Bogor, khususnya di area Puncak dan sekitarnya yang merupakan tempat dimana fenomena ini perlu disosialisasikan.

 Pimpinan Pesantren Al-Muhajir, Ust. Jalaludin, mengatakan, “Sangat senang dan terhormat bahwa pesantren Al-Muhajir dapat ikut mempromosikan film Holy Prostitution ini kepada adik-adik perempuan dan laki-laki dan para guru untuk edukasi Kawin Mut'ah agar tidak dicontoh dan dilakukan.”

 Bapak Kapolsek Cijeruk-Cigombong, Bogor Kompol Sumijo, SH., MH dalam sambutannya mengatakan, “Acara sosialisasi dan edukasi film Holy Prostitution ini adalah misi kemanusiaan. Perdagangan manusia dalam kedok perkawinan suci, perkawinan kontrak secara islam disebut kawin Mut'ah haram hukumnya. Saya mengucapkan terimakasih karena telah memberikan sajian dokumenter ini untuk menginspirasi, mengedukasi apa dampak dari Kawin Mut’ah. Kawin Mut’ah bukan untuk dicontoh kawin kontraknya tapi edukasi bahwa ini tidak boleh di lakukan di manapun. Saya harap Nikah Mut’ah ini dapat dihentikan secara total.”

 Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cigombong Ust. Kakan Sukandi menambahkan,  “Kawin kontrak ini tentu adalah pembelajaran buat kita. Mengedukasi kita bahwa bukan untuk dicontoh. Ini adalah fenomena yang ada dan tidak boleh kita tiru baik dalam sisi syariat islam maupun hukum positif di Indonesia. Film Holy Prostitution ini sangat penting dan bermanfaat untuk masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Diharapkan agar film ini dapat terus dipergunakan sebagai sarana edukasi ke wilayah-wilayah yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh fenomena kawin kontrak atau yang juga dikenal dengan nikah mut’ah. Kami merekomendasikan film ini untuk dapat terus diputar dan memberi inspirasi.”

Halaman:

Editor: Akhmad Sekhu

Sumber: Holy Prostitution

Tags

Terkini

X