Denny Siregar Tegaskan ‘Sayap-Sayap Patah’ adalah Film Drama yang Sangat Entertaint, tapi Cinta pada Negara

- Minggu, 18 September 2022 | 07:44 WIB
Denny Siregar Tegaskan ‘Sayap-Sayap Patah’ adalah Film Drama yang Sangat Entertaint, tapi Cinta pada Negara (Foto: Courtesy of  Festival Film Wartawan Indonesia)
Denny Siregar Tegaskan ‘Sayap-Sayap Patah’ adalah Film Drama yang Sangat Entertaint, tapi Cinta pada Negara (Foto: Courtesy of Festival Film Wartawan Indonesia)

HALLO INDONESIA – Pada awalnya, film sebagai sebuah hiburan.

Film yang sering diartikan sebagai rangkaian dari gambar bergerak (motion picture) merupakan sebuah proses dari perkembangan teknologi itu memang di awal-awal penemuannya diperuntukkan hiburan semata.

Namun dalam perkembangannya film juga menjadi alat propaganda politik dan juga ekonomi, di dalamnya ada muatan nasionalisme.

Wacana film dan nasionalisme itu diangkat dalam diskusi webinar yang digelar panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XII, Jumat, 16 September 2022.

Acara yang dipandu wartawan senior Rita Sri Hastuti itu menghadirkan Zinggara Hidayat, penulis buku Jejak Usmar Ismail dan Deni Siregar produser film Sayap Sayap Patah.

Zinggara Hidayat, menerangkan bahwa nasionalisme dalam film tidak diartikan kaku, seperti halnya film perang kemerdekaan melawan penjajah.

Karena zaman berubah terjadi juga pergeseran pengertian nasionalisme.

“Nasionalisme itu bisa terlihat dari termuatnya dimensi kutural dengan cara yang soft. Karena itu perlu penulis skenario yang cerdas. Idenya harus luar biasa. Dan di dalamnya ada improvisasi!” kata Zinggara.

Lebih lanjut, Zinggara mencontohkan nasionalisme jaman dulu di dalam film Tiga Dara karya Usmar Ismail dengan naskah ditulis M. Alwi Dahlan.

Di sana diperlihatkan gaya dansa-dansi, beragam warna musik, fashion dari kebaya hingga baju modern, makanan cemilan, bahkan juga motor skuter yang dipakai oleh pemain.

Halaman:

Editor: Akhmad Sekhu

Tags

Terkini

X