Dengan Semangat ‘Poetic Resistance’, FSP-TIM Gelar Hajatan Panjang Umur Perjuangan Menjaga Marwah TIM

- Jumat, 23 September 2022 | 20:54 WIB
Dengan Semangat ‘Poetic Resistance’, FSP-TIM Gelar Hajatan Panjang Umur Perjuangan Menjaga Marwah TIM  (Foto: dok. Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (FSP-TIM))
Dengan Semangat ‘Poetic Resistance’, FSP-TIM Gelar Hajatan Panjang Umur Perjuangan Menjaga Marwah TIM (Foto: dok. Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (FSP-TIM))

HALLO INDONESIA – Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah pusat kesenian sebagai tempat ekspresi seniman dalam berkarya.

Sejarah mencatat, banyak seniman yang menggelar karya disini yang memang harus tetap dipertahankan sebagai kemurnian tempat.                                        

Untuk itu,  menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Panjang Umur Perjuangan - Menjaga Marwah Taman Ismail Marzuki.”

Acara digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat. Berlangsung selama dua malam berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 23 - 24 September 2022, mulai pukul 19.30 WIB.

Acara dengan semangat ‘poetic resistance’ tersebut menampilkan para pegiat seni musik, teater, tari, sastra, rupa, dan film.

Ratusan seniman menyatakan kesiapan tampil menyuarakan permasalahan faktual berkenaan dengan kebijakan Pemerintah dalam mengurus kesenian dan kebudayaan.

“Tidak hanya menyangkut revitalisasi TIM, tapi juga soal nasib ruang-ruang ekspresi kesenian di berbagai daerah,” terang Tatan Daniel, dari Forum Seniman Peduli TIM, kepada penggiat seni budaya Eddie Karsito, di Jakarta, Jum’at (23/09/2022).

Pengisi acara antara lain dari kelompok musik Lokal Ambience, Pandai Api, Jali Gimbs, Republik 21, Sanggar Saraswati, Bale Seni Intan Bulaeng, Arafat Ensamble, Pangjek, dan kelompok seni tradisi Komunitas Ronggeng Deli.

Tampil juga Cilay Dance Theater, Joind Bayuwinanda, Agus Nur Amal, Agadebi, Willy Fwi, Buyung Surya, Cok Ryan Hutagaol, Exan Zen, Sihar Ramses Simatupang, Moctavianus Maheska, Sari Chikata, Endin Sas, Nuyang Jaimee, Qthink, Ipoer Wangsa, Titieq Chemonk, Eko Prakoso, dan sejumlah seniman lainnya.

“Termasuk para perupa, Edy Bonetsky, Dadang Ismawan, dan lain-lain. Sepanjang acara berlangsung digelar juga pameran foto dan pemutaran film,” papar Tatan.

Halaman:

Editor: Akhmad Sekhu

Tags

Terkini

X