Presiden Palestina Tuntut Israel Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:31 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan selamat tinggal kepada jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. (Dok. Al Jazeera/Reuters.com)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan selamat tinggal kepada jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. (Dok. Al Jazeera/Reuters.com)

HALLO INDONESIA - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menuntut zionis Israel bertanggungjawab atas pembunuhan terhadap jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

Hal itu dikatakan Presiden Abbas saat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah koresponden Al Jazeera untuk wilayah Timur Tengah, di kompleks kepresidenan di Ramallah pada hari Kamis, 12 Mei 2022.

“Kami menganggap otoritas pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas pembunuhannya (Shireen Abu Akleh), dan mereka tidak dapat menyembunyikan kebenaran dengan kejahatan ini. Dan kejahatan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja,  kami  telah menolak dan menolak penyelidikan bersama dengan otoritas Israel karena merekalah yang melakukan kejahatan itu,” kata Abbas.

Baca Juga: Serangan Baru Israel di Masjid Al Aqsa Membuat 31 Warga Palestina Terluka Termasuk Jurnalis

Shireen Abu Akleh, wartawan veteran Al Jazeera, salah satu saluran televisi satelit paling terkenal, ditembak dan dibunuh Rabu oleh pasukan Israel saat meliput serangan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Kematian Abu Akleh bakal memicu pengawasan baru terhadap sistem peradilan militer Israel, yang sedang diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Hal ini juga mengancam akan semakin memicu sengketa yang acap kali terjadi antara tentara dan media internasional.

Baca Juga: Resmikan PLTGU Riau, Menteri ESDM Sebut Biaya Produksi Listrik Sumatera Lebih Murah dan Bersih

Abu Akleh, 51 tahun adalah jurnalis yang dihormati dan dikenal di Timur Tengah,  karena liputannya di Al Jazeera Arab tentang realitas keras pendudukan militer terbuka Israel di wilayah Palestina, yang sekarang memasuki tahun ke-55.

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X