Dua Veteran Amerika Serikat Terancam Hukuman Mati oleh Separatis Dukungan Rusia

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:56 WIB
Ilustrasi Perang Ukraina. Dua veteran Amerika Serikat yang ditangkap pasukan separatis Rusia terancam hukuman mat, kata juru bicara Rusia, Dmitry Peskov. (Screenshoot Youtube The Telegraph)
Ilustrasi Perang Ukraina. Dua veteran Amerika Serikat yang ditangkap pasukan separatis Rusia terancam hukuman mat, kata juru bicara Rusia, Dmitry Peskov. (Screenshoot Youtube The Telegraph)

HALLO INDONESIA - Dua veteran Amerika yang ditangkap oleh pasukan separatis yang didukung Rusia dalam pertempuran di dekat Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, awal bulan ini mungkin menghadapi hukuman mati, juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan kepada NBC News.

Peskov mengatakan nasib Andy Tai Ngoc Huynh, 27, dan Sersan Angkatan Darat, Alexander Drueke, 39, akan diputuskan oleh pengadilan Rusia. "Mereka "terlibat dalam kegiatan ilegal dan "harus dihukum," katanya.

Huynh dan Drueke diyakini sebagai orang Amerika pertama yang ditangkap oleh pasukan Rusia sejak perang Ukraina dimulai pada 24 Februari.

Baca Juga: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres Desak Rusia agar Segera Akhiri Perang di Ukraina

Para veteran melakukan perjalanan ke Ukraina pada bulan April untuk membantu Ukraina mengusir pasukan Rusia.

Televisi pemerintah Rusia pada hari Jumat menayangkan video kedua pria itu, membenarkan bahwa mereka ditawan dan menimbulkan ketakutan tentang nasib mereka.

“Kami hanya berharap kabar baik,” tunangan Huynh, Joy Black, 21, mengatakan kepada USA Today.

Baca Juga: 600 Jiwa Terdampak Tanah Longsor di Kabupaten Sukabumi, Tim Gabungan Tutup Akses Jalan

"Dia punya hati yang besar dan banyak kasih sayang untuk orang yang membutuhkan."

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Sumber: USA TODAY

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X