Polisi Korea Selatan Mulai Selidikan Unggahan Rencana Pembunuhan Presiden Yoon Suk Yeol

- Senin, 8 Agustus 2022 | 08:25 WIB
Presiden Yoon Seok Yeol. (Instagram.com/@sukyeol.yoon)
Presiden Yoon Seok Yeol. (Instagram.com/@sukyeol.yoon)

HALLO INDONESIA - Polisi Korea Selatan secara resmi memulai penyelidikan terkait kasus unggahan terkait rencana pembunuhan Presiden Yoon Seok Yeol.

Pejabat setempat menggungkapkan penyelidikan dilakukan mulai Minggu 7 Agustus 2022.

Penyelidikan berlangsung setelah netizen menemukan unggahan itu di internet dan melaporkannya ke polisi sekitar pukul 09.50 KST atau 07.50 WIB.

Baca Juga: 60 Personil Brimob Amankan Lokasi Pembakaran Rumah dan Kendaraan di Mulyorejo Jember

Postingan berjudul 'Cara Membunuh Yoon Suk Yeol' itu diunggah di situs komunitas internet sekitar pukul 08.21 KST. Tak ada keterangan mengenai penulis artikel tersebut.

Namun, sang pengunggah menyatakan semua cara pembunuhan presiden baru Korea Selatan tersebut "sudah dibuat" dan kini ia meminta sejumlah uang untuk melancarkan rencana pembunuhan tersebut.

Unggahan itu kemudian dilaporkan ke polisi di pusat kota Daejeon oleh netizen.

Baca Juga: Polda DIY Amankan 4 Tersangka Pembobolan Mesin ATM Bank Pembangunan Daerah DIY

Daejeon terletak sekitar 150 kilometer dari Seoul, pusat pemerintahan Korea Selatan.

Seperti diberitakan Yonhap pada Minggu (7/8), polisi kini sedang melacak penulis unggahan tersebut.

Yoon Suk Yeol merupakan presiden Korea Selatan yang menjabat untuk menggantikan Moon Jae-in sejak Mei 2022.

Baca Juga: KPU Beri Tanggapan Setelah Temukan Anggotanya Dicatut Jadi Kader Partai Politik

Sebelum menjadi presiden Korea Selatan, Yoon memulai karier sebagai jaksa ketika berusia 35. Kasus yang ditangani pun terbilang berat ketika ia menangani An Hee-jung dan Kang Geum-won dalam skandal pendanaan pemilihan presiden.

Kasus serupa kembali ia hadapi ketika ditugaskan menyelidiki campur tangan National Intelligence Services (NIS) pada pemilihan presiden 2012.

Pada 2016, Yoon lagi-lagi berhadapan dengan kasus tingkat tinggi ketika ia ditunjuk memimpin penyelidikan kasus korupsi Presiden Korsel kala itu, Park Geun-hye.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X