Akibat Kebijakan Lockdown China, 80 Ribu Turis Terjebak di Kota Wisata Sanya Pulau Hainan

- Senin, 8 Agustus 2022 | 10:53 WIB
 Ribu Turis Terjebak di Pulau Hainan China Imbas Lockdown Covid. (Pexels.com/ Kate Trifo)
Ribu Turis Terjebak di Pulau Hainan China Imbas Lockdown Covid. (Pexels.com/ Kate Trifo)

HALLO INDONESIA - Sekitar 80 ribu pendatang terjebak di Sanya, sebuah kota wisata yang terletak di Pulau Hainan, China akibat kebijakan lockdown oleh Pemerintah China.

Hal tersebut dilakukan imbas angka kasus Covid-19 kembali meningkat di wilayah tersebut.

Kenaikan kasus itu muncul di tengah puncaknya musim liburan yang membuat jumlah pendatang ke pulau yang disebut-sebut sebagai Hawaii-nya China membludak.

Baca Juga: Bima Sakti Minta Timas Tetap Fokus Menatap Laga Semifinal dan Final Piala AFF U16

Dilansir dari CNN, Minggu 7 Agustus 2022, Wakil Walikota Sanya He Shigang mengatakan sekitar 80 ribu turis masih berada di kota.

Sebab, semua orang yang saat ini berada di Sanya, termasuk orang-orang yang mengunjungi kota tersebut untuk berlibur sejak 23 Juli lalu, tidak diperbolehkan meninggalkan provinsi Hainan setelah pukul 6 sore waktu setempat pada Sabtu 7 Agustus 2022.

Menurut otoritas setempat, pemerintah kota telah memberhentikan semua bentuk transportasi agar mobilitas warga dan turis dalam kota dapat dibatasi mulai Sabtu pagi.

Baca Juga: Lewat Perdagangan dan UMKM, Apeksi Ingin Berperan dalam Pemulihan Ekonomi Setelah Pandemi

Turis yang terdampar diharuskan tinggal di sana selama tujuh hari dan melakukan lima tes Covid-19 sebelum pergi.

Menurut data dari perusahaan pelacak penerbangan Variflight, lebih dari 80 persen penerbangan yang seharusnya berangkat dari Sanya dibatalkan pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Tak hanya itu, semua perjalanan kereta yang berangkat dari Sanya ikut dibatalkan

Baca Juga: Ini Jadwal dan Lokasinya; Polda Metro Jaya Buka 4 wilayah layanan Surat Izin Mengemudi Keliling

Dalam konferensi pers, pihak pemerintah kota Sanya mengaku telah menyadari ketidaknyamanan yang terjadi pada wisatawan dan berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah itu.

Termasuk dengan membereskan pembatalan pemesanan perjalanan dan menawarkan diskon setengah harga untuk menginap di hotel bagi wisatawan yang terdampar di Sanya.

Menurut pejabat setempat, kota itu terbagi menjadi zona risiko tinggi dan menengah, dengan langkah-langkah pengendalian bervariasi tergantung tingkat risiko.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Tanggapi Penghinaan Australia Soal Bali Akibat Wabah PMK

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X