Amerika Uji Coba Peluncur Hipersonic untuk Mengejar Kehebatan Avangard Milik Rusia Berkecepatan 27 Mach

- Jumat, 16 Juli 2021 | 20:46 WIB
hipersBadan luncur hipersonik umum (C-HGB) diluncurkan dari Fasilitas Jangkauan Rudal Pasifik di Kauai, Hawaii, 19 Maret 2020 ©Departemen Pertahananonic1
hipersBadan luncur hipersonik umum (C-HGB) diluncurkan dari Fasilitas Jangkauan Rudal Pasifik di Kauai, Hawaii, 19 Maret 2020 ©Departemen Pertahananonic1

HALLO - Pentagon mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguji badan luncur hipersonik, dengan mengatakan bahwa peluncuran itu akan memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi hipersonik di masa depan.

Angkatan Laut AS merilis klip peluncuran proyektil, yang dilakukan bekerja sama dengan Angkatan Darat.

Glider hipersonik diluncurkan dari Pacific Missile Range Facility di Hawaii pada Kamis 15 Juli 2021 malam, namun konfirmasi baru didapat Jumat 16 Juli 2021. 

Seperti diwartakan RT.com, penerbangannya terlacak oleh Badan Pertahanan Rudal, yang akan menggunakan data penerbangan untuk meningkatkan sistem pertahanan hipersoniknya sendiri.

Peningkatan ini dipandang penting, seperti yang dikatakan Washington sebelumnya bahwa mereka tertinggal dari negara-negara lain, seperti Rusia, dalam hal pengembangan senjata semacam itu.

Sebelumnya Moskow sudah menerima pengiriman rudal hipersonik yang diluncurkan dari udara Kinzhal (artinya belati), pertama dari peluncur Avangard berbasis silo telah digelar.

Dua mesin senjata perang itu bisa mencapai kecepatan Mach 27 dan pengujiannya tahun lalu, sehingga  mendorong pensiunan Kepala Staf AS untuk menyatakan bahwa sistem pertahanan Amerika  “tidak mampu” melawan senjata semacam itu.

China juga sedang mengembangkan dua rudal serupa, dengan satu dinyatakan beroperasi tahun lalu. Sebaliknya, AS belum menurunkan rudal hipersonik. 

Dalam siaran pers hari Jumat, Pentagon mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengermbangkan  kemampuan hipersonik di “awal hingga pertengahan 2020-an.”

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X