Rusia Pamer Uji Rudal Zirkon, Putin Tegaskan Awas Jangan Lewati Garis Merah

- Selasa, 20 Juli 2021 | 11:52 WIB
Kapal perang Rusia sedang mendemonstrasikan rudal baru Zirkon, ditembakkan darim kapal di laut Artik (priyo suwarno)
Kapal perang Rusia sedang mendemonstrasikan rudal baru Zirkon, ditembakkan darim kapal di laut Artik (priyo suwarno)

HELLO.ID-- Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Senin 19 Juli 2021, bahwa salah satu kapal perangnya, Laksamana Gorshkov, telah berhasil melakukan uji tembak rudal berteknologi tinggi, sebelum roket diluncurkan ke kapal selam dan kapal angkatan laut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Moskow, kepala militer mengatakan bahwa “rudal Zirkon berhasil mengenai sasaran di Laut Putih dengan serangan langsung pada jarak lebih dari 350 kilometer. 

Tes tersebut mengkonfirmasi kinerja taktis dan teknis rudal, dan kecepatan terbangnya sekitar Mach 7.” Ini berarti bahwa proyektil terbang dengan kecepatan hipersonik, tujuh kali lebih cepat dari kecepatan suara demikian laporan RT.com.

Putin mengatakan AS mengembangkan senjata hipersonik, tetapi Rusia punya 'kekuatan otak', berarti Moskow tidak takut pada perlombaan senjata baru

Sekarang ada rencana untuk melengkapi berbagai kapal angkatan laut lainnya, termasuk kapal selam dan kapal permukaan, dengan sistem Zirkon. 

Pada bulan April, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa senjata “hipersonik dan laser” generasi berikutnya adalah bagian penting dari persenjataan masa depan negara itu untuk mencegah agresi dari luar negeri. 

“Kami memiliki kesabaran, kepercayaan diri, dan kebenaran di pihak kami,” tambah Putin. “Saya harap tidak ada yang akan berpikir untuk melewati garis merah dalam hubungan mereka dengan Rusia. Di mana garis itu berada adalah milik kita untuk ditentukan. ”

Awal bulan ini, diplomat Moskow menyatakan keprihatinan atas perang NATO yang dipimpin AS di wilayah Arktik, yang membuat jet Amerika terbang di atas perairan yang dingin. 

Para utusan mencap latihan itu "provokatif," dan mengatakan bahwa latihan itu akan berdampak besar pada "pembangunan kepercayaan di Eropa." 

Halaman:

Editor: Priyo Suwarno

Terkini

WHO Temukan Varian Baru Corona Bernama Mu di kolombia

Kamis, 2 September 2021 | 11:15 WIB
X