Singapura Masuk Peringatan Tinggi Covid-19, Restoran Ditutup Pertemuan hanya Boleh Dua Orang Saja

- Selasa, 20 Juli 2021 | 17:46 WIB
Restoran, warung, rumah-rumah makanan dan minuman ditutup sementara di Singapura, ketika negeri itu memberlakukan Peringantan Tinggi Fase II menghadapi penularan pademi COVID-19 mulai 22 Juli hingga 18 Agustus 2021.
Restoran, warung, rumah-rumah makanan dan minuman ditutup sementara di Singapura, ketika negeri itu memberlakukan Peringantan Tinggi Fase II menghadapi penularan pademi COVID-19 mulai 22 Juli hingga 18 Agustus 2021.

HALLO INDONEISA - Semua restoran dan rumah makan ditutup sementara, jumlah kumpulan massa pun dibatasi paling banyak hanya dua orang, ketika Singapura saat ini kembali pada Fase II (Peringatan Tinggi) untuk menghentikan penularan peningkatan kasus Covid-19.

Pemerintah Singapura menerapkan kebijaksaan ini mulai  Kamis 22 Juli 2021 hingga 18 Agustus 2021, demikian siaran pers Senin 19 Juli 2021, kata Kementerian Kesehatan (Ministry of Health- MOH). 

Pemerintah akan meninjau langkah-langkah dalam dua minggu dan menyesuaikannya berdasarkan situasi saat itu, tambah kementerian.

Gugus tugas multi-kementerian Covid-19 memutuskan untuk tidak membedakan langkah-langkah bagi mereka yang divaksinasi penuh, tetapi akan mempertimbangkan untuk melakukannya ketika tingkat vaksinasi lebih tinggi atau ketika situasi telah stabil, kata ketua bersama satuan tugas Gan Kim Yon,  dalam sebuah konferensi pers pada Selasa, 20 Juli 2021.

“Kami tahu bahwa berita ini sangat mengecewakan dan membuat frustrasi banyak orang, khususnya untuk bisnis di sektor-sektor seperti F&B."

"Sektor-sektor ini sangat terpukul dengan pembatasan sebelumnya, mereka telah bekerja sangat keras untuk beradaptasi dengan peraturan yang berubah,” kata Gan, yang juga Menteri Perdagangan dan Perindustrian.

Mulai Kamis 22 Juli 2021, jumlah kelompok untuk pertemuan sosial akan dikurangi dari lima menjadi dua orang.

Juga akan ada batasan dua pengunjung berbeda per rumah tangga per hari. Orang-orang harus terus membatasi pertemuan sosial mereka tidak lebih dari dua per hari, kata Depkes dalam siaran persnya.

Mirip dengan periode Fase 2 (Peringatan Tinggi) sebelumnya dari 16 Mei hingga 13 Juni, cucu yang dirawat setiap hari oleh kakek-nenek mereka tidak akan diperhitungkan dalam batas jumlah pengunjung atau pertemuan sosial.

Halaman:

Editor: Priyo Suwarno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X