Buntut Pembakaran Al Qur'an, Jens Stoltenberg Minta Turki Tak Blokir Keanggota Swedia di NATO

- Selasa, 24 Januari 2023 | 21:32 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sekjen NATO, Jens Stoltenberg  mengecam sikap Presiden Turki yang mengancam dan memblokir keanggotaan Swedia di NATO pasca insiden pembakaran salinan Al Qur'an oleh Rasmus Paludan pada Sabtu lalu di Stockholm. (Instagram.com @rterdogan)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sekjen NATO, Jens Stoltenberg mengecam sikap Presiden Turki yang mengancam dan memblokir keanggotaan Swedia di NATO pasca insiden pembakaran salinan Al Qur'an oleh Rasmus Paludan pada Sabtu lalu di Stockholm. (Instagram.com @rterdogan)

HALLO.ID - Sekjen NATO, Jens Stoltenberg  mengecam sikap Presiden Turki yang mengancam dan memblokir keanggotaan Swedia di NATO pasca insiden pembakaran salinan Al Qur'an oleh Rasmus Paludan pada Sabtu lalu di Stockholm.

Dalam sebuah wawancara di televisi Jerman Die Welt, ditranskrip dalam siaran pers Jerman oleh saluran tersebut, Jens Stoltenberg dari Norwegia mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengancam dan akan memblokir keanggotaan Swedia di NATO.

“Kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat adalah komoditas berharga, di Swedia dan di semua negara NATO lainnya. Dan itulah mengapa tindakan yang tidak pantas ini tidak otomatis ilegal, ”kata Jens Stoltenberg menanggapi ancaman Presiden Turki yang akan memblokir keanggotan Swedia di NATO.

Baca Juga: Aksi Rasmus Paludan Bakar Al Qur'an Lukai Hati Lebih dari 1,5 Miliar Muslim

Ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark Rasmus Paludan membakar salinan Alquran pada Sabtu sore dalam tindakan yang bertujuan mencela negosiasi Swedia dengan Ankara tentang NATO.

"Pemerintah Swedia telah mengutuk (demonstrasi ini) dengan sangat jelas," kata Stoltenberg dalam wawancaranya dengan die Welt.

Pada hari Senin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bereaksi keras, menyatakan bahwa Swedia, calon anggota NATO, tidak dapat lagi mengandalkan "dukungan" dari Ankara setelah pembakaran salinan Al Qur'an.

Baca Juga: Wanita di Sorong Tewas Dibakar Hidup-hidup, Polda Papua Barat: Masyarakat Jangan Main Hakim Sendiri

Stoltenberg mengaku "sangat menentang penghinaan semacam ini terhadap orang lain", dan "sangat menentang perilaku yang telah kita lihat di jalan-jalan Stockholm".

Halaman:

Editor: Setiawan Adiwijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ukraina: Sebuah Resep Untuk Menyenangkan Hati

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:20 WIB

Pemrotes Cina Serukan Berakhirnya Kekuasan PKC

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:51 WIB

Ketahui Makna Kelinci Air di Tahun Baru Imlek 2023

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:31 WIB
X