Pakar Ikatan Apoteker Indonesia Tanggapi Video Penyintas Covid-19 Soal Oseltamivir

- Minggu, 25 Juli 2021 | 19:45 WIB
Prof Dr apt Zullies Ikawati, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Humas PP IAI)
Prof Dr apt Zullies Ikawati, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Humas PP IAI)

 

HALLO INDONESIA – Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) menanggapi video yang beredar mengenai obat Covid-19 Oseltamivir, yang disebut sangat berbahaya dan menyebabkan seorang penyintas Covid-19 merasakan reaksi yang luar biasa dan mengaku hampur terenggut nyawanya.

Dua Dewan Pakar Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Prof Dr apt Zullies Ikawati dan Prof Dr apt Keri Lestari,  berpendapat apa yang dialami wanita penyintas Covid-19 itu bukan disebabkan oleh Oseltamivir.

‘’Sebab yang diminum oleh penderita Covid-19 bukan hanya satu jenis obat, tidak hanya Oseltamivir, tetapi ada beberapa. Kita tidak tahu persis yang mana yang menyebabkan reaksi hebat, yaitu mual, muntah dan vertigo seperti yang dirasakan oleh ibu itu,’’ ungkap Prof Dr apt Zullies Ikawati dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) dalam siaran pers yang diterima Hallolampung.com.

 Dalam video berdurasi 1 menit 37 detik tersebut, ditunjukan kemasan strip oseltamivir yang telah berkurang 1 kapsul. Suara seorang wanita menuturkan, dirinya mengalami reaksi berupa muntah hebat dan kepala terasa berputar, selang 1 menit setelah mengkonsumsi obat tersebut. Akibat reaksi tersebut, ia tidak melanjutkan mengkonsumsi obatnya dan membawanya pulang setelah diperbolehkan pulang dari RS. Suara wanita dalam video tersebut menyebutkan bahwa obat ini sangat berbahaya.

 Hal senada disampaikan Wakil Ketua PP IAI, Prof Dr apt Keri Lestari yang menyebutkan, kemungkinan besar yang dialami wanita tersebut adalah reaksi alergi dan belum tentu disebabkan oleh oseltamivir. Bisa saja berasal dari obat lain atau suplemen yang diberikan oleh dokter.

 ‘’Kalau toh ada efek samping juga tidak akan separah itu. Memang ada efek samping yang disebabkan oleh oseltamivir, tetapi bukan efek samping yang parah. Oseltamivir ini obat antivirus yang cukup aman,’’ tegasnya.

 Selain itu menurut Zullies, untuk dapat memberikan efek seperti yang diharapkan, obat memerlukan waktu yang cukup apabila digunakan secara oral atau diminum. Berbeda dengan obat yang diberikan secara injeksi, memang akan memberikan efek yang lebih cepat.

 Dalam hal obat yang diminum, maka obat memerlukan waktu dan proses hingga sampai ke lambung. Di lambung obat akan diuraikan, kemudian diserap oleh lambung maupun usus. Obat tersebut kemudian akan diedarkan atau didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah hingga sampai ke tempat aksinya untuk bekerja.

Halaman:

Editor: Tresnawati

Tags

Terkini

X