Alami Gangguan Psikis, Santriwati yang Jadi Korban Pencabulan di Pondok Pesantren Depok

- Jumat, 1 Juli 2022 | 16:15 WIB
Ilustrasi Kekerasan Seksual. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Kekerasan Seksual. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Megawati, selaku kuasa hukum korban santriwati dugaan pencabulan di sebuah pondok pesantren di Beji Timur, Depok, Jawa Barat, mengungkapkan alasan beberapa korban enggan membuat laporan polisi.

“Kami dari tim lawyer korban ingin seperti itu (membuat laporan), agar korban-korban lain bisa merapat ke kami,” ujar Megawati saat dihubungi, Jumat 1 Juli 2022.

Ia mengaku pihaknya akan terus mengawal para korban dalam kasus tersebut hingga tuntas.

Baca Juga: Warga Jagakarsa Geger, Temukan Jasad Wanita Mengambang di Kali Matoa Jaksel

“Kami juga melakukan pendekatan semaksimal mungkin agar mereka membuat laporan ke Polda Metro Jaya,” tambahnya.

Kendala yang saat ini dihadapi pihaknya, menurut Megawati, adalah psikologis korban yang terdampak.

“Ini karena kendala psikis ya. Mungkin juga malu,” ucapnya.

Baca Juga: 2 Warga Meninggal Dunia Akibat Tanah Longsor di Mamasa Sulawesi Barat, 6 Desa Terisolir

Diketahui dari 11 orang yang menjadi korban, baru 3 korban yang sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Pihak korban melaporkan empat orang ustaz dan satu kakak kelas santriwati yang diduga sebagai pelaku.***

Baca Juga: Polisi Jelaskan Kondisi Kesehatan Jiwa Pemotor Wanita yang Aniaya Polantas

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X