Polisi Panggil Manajemen JNE Terkait Temuan Beras Bansos yang Dikubur di Depok

- Senin, 1 Agustus 2022 | 23:25 WIB
Ilustrasi Logo JNE Express. (Instagram.com@jogjasecondfest_)
Ilustrasi Logo JNE Express. (Instagram.com@jogjasecondfest_)

HALLO INDONESIA - Pihak kepolisian mulai menyelidiki temuan beras bantuan sosial (bansos) pemerintah yang dikubur di kawasan Sukmajaya, Kota Depok. Rencananya polisi memanggil pihak JNE untuk meminta klarifikasi pada hari ini Senin 1 Agustus 2022.

"Hari ini baru akan kita klarifikasi resmi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangan.

Menurut Zulpan, sebelumnya polisi juga telah meminta konfirmasi kepada JNE terkait temuan beras bansos tersebut. "Dari konfirmasi di lapangan, JNE mengakui yang nimbun memang JNE," ucapnya.

Baca Juga: Serahkan Bansos di Pasar Sukamandi, Jokowi Tanggapi Soal Menterinya yang Berkampanye

Baca Juga: Pelaku Penipuan Pengadaan Bansos Beras Ditangkap Polda Lampung, Begini Modusnya

Selain itu, lanjut dia, pihak Polres Metro Depok juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Depok terkait temuan beras ditimbun tersebut. Dari hasil koordinasi, Dinssos Depok tidak pernah bekerja sama dengan JNE untuk penyaluran bansos.

"Hasil kordinasi, bahwa Dinsos Kota Depok tidak pernah menggunakan jasa JNE untuk pengiriman bahan sembako untuk wilayah Kota Depok. Untuk pengiriman beras yang menggunakan jasa JNE adalah Kemensos RI kerja sama dengan Bulog," jelasnya.

Zulpan menambahkan, beras berkarung-karung di Depok dipendam dalam tanah ini awalnya ditemukan oleh warga bernama Rudi Samin saat menggali tanah di lokasi yang merupakan bekas lahan parkir mobil JNE.***

Baca Juga: Bertolak ke Nias, Presiden akan Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Bagikan Bansos

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: Polri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X