JNE Bayar Rp37 Juta untuk Ganti Beras Bansos Pemerintah yang Dipendam Kota Depok

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:18 WIB
Kuasa hukum JNE, Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Jakarta. (Instagram.com/@jne_id)
Kuasa hukum JNE, Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Jakarta. (Instagram.com/@jne_id)

HALLO INDONESIA - Perusahaan jasa ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyatakan telah mengganti beras bansos pemerintah yang rusak dan dipendam di kawasan Sukmajaya, Kota Depok.

Manajemen merogoh kocek sebesar Rp37 juta untuk mengganti 3,4 ton beras tersebut.

"JNE bayar beras rusak dengan cara honornya dipotong. Namanya debit note," ujar Kuasa hukum JNE, Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Baca Juga: Mario G Klau Dan Aviwkila Dobrak Stigma Musik Cover Di Cover Clearance 

Lebih lanjut Hotman mengatakan, beras bansos yang dikubur itu hanya 0,05 persen dari total 6.199 ton yang disalurkan JNE.

Menurut dia, PT SSI adalah rekanan pemerintah dalam penyaluran bansos, yang kemudian bekerja sama dengan JNE untuk mendistribusikannya.

"Kontrak tanggung jawab dari JNE harus mengganti rugi, dan rakyat tidak boleh dirugikan. Caranya, JNE minta lagi beras tambahan, mengganti beras yang rusak, dan itu yang disampaikan ke keluarga penerima manfaat," tuturnya.

Baca Juga: Selain Web dan Android, Aplikasi Al Quran Kemenag Kini Bisa Diakses Pengguna iOS

Pada kesempatan tersebut, Hotman menolak ada unsur melawan hukum dalam kasus beras bansos dikubur di Depok, termasuk ada penyalahgunaan atau korupsi.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X