LPSK Tawarkan Solusi untuk Kasus Dugaan Pencabulan di Luwu Timur, Begini Argumentasinya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:45 WIB
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu.  (dok.Instagram.com/@edwinpartogi)
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu. (dok.Instagram.com/@edwinpartogi)

HALLO INDONESIA - Kasus dugaan pencabulan yang dialami tiga anak di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mencuat dan ramai diperbincangkan masyarakat setelah kembali viral di media sosial.

Masyarakat mendesak kepolisian untuk membuka kembali perkara tersebut setelah sebelumnya sempat dihentikan penyelidikan karena dianggap kurang bukti.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu menilai kepolisian perlu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menjawab desakan yang mencuat.

Baca Juga: Jurnalis Asrul Dituntut 1 Tahun Penjara Karena Beritakan Kasus Dugaan Korupsi

LPSK, kata Edwin, menawarkan solusi yang patut dipertimbangkan Kepolisian untuk mengakhiri polemik di tengah masyarakat.

Antaranya pangkal persoalan dalam kasus tersebut terkait keraguan Ibu Korban terhadap proses penyelidikan yang berakhir dengan terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan (SKP2), pada 10 Desember 2019.

”Kami menemukan kesan Ibu korban meragukan terhadap hasil pemeriksaan visum et refertum dan visum et repertum psychiatricum yang telah dilakukan kepada Korban sebanyak tiga kali."

Baca Juga: Taqy Malik Galang Donasi untuk Kakek Suhud yang Minta Uang ke Baim Tapi Tidak Dikasih

"Mulai dari pemeriksaan di Puskesmas Malili hingga Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan Makassar,” tutur Edwin melalui siaran persnya, Rabu, 13 Oktober 2021 .

Halaman:

Editor: Akbar Nur Qadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabarnya Diumumkan Hari Ini, Cek Hasil SKD CPNS 2021

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:25 WIB
X