Diperkirakan Biaya Ibadah Umrah Bertambah di Masa Pandemi Covid-19

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:58 WIB
Sekretaris Jenderal Kementrian Agama, Nizar.  (dok. Kemenag.go.id)
Sekretaris Jenderal Kementrian Agama, Nizar. (dok. Kemenag.go.id)

 

HALLO INDONESIA - Kementrian Agama (Kemenag) memperkirakan akan terjadi penambahan biaya dalam perjalanan ibadah Umrah di masa pandemi virus corona (COVID-19).

Hal itu ditengarai penyelenggaraan perjalanan umrah di masa pandemi mengharuskan penerapan protokol kesehatan, sehingga berdampak pada biaya paket perjalanan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar,
berharap Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah melakukan penyesuaian terkait harga referensi.

Baca Juga: Buntut Arogansi Polisi Banting Mahasiswa, Kapolri Diminta Evaluasi Jargon Polri Presisi

“Umrah di masa pandemi, perlu penyesuaian harga referensi, harga referensi itu harus dihitung cermat dan detail,” kata Nizar terkait Perjalanan Ibadah Umrah 1443 Hijriah yang dikutip di laman Kemenag.go.id, Kamis, 14 Oktober 2021.

Menurut Nizar, ada sejumlah faktor yang berpengaruh dalam penyusunan harga referensi.

Antaranya, keharusan PCR Swab yang menjadi syarat perjalanan internasional tentu akan berdampak pada penambahan biaya.

Baca Juga: Apple Sebut Sistem Operasi IOS Lebih Aman dari Android

Halaman:

Editor: Akbar Nur Qadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabarnya Diumumkan Hari Ini, Cek Hasil SKD CPNS 2021

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:25 WIB
X