Dudung Abdurachman Pastikan Proses Hukum Oknum TNI, Saat Temui Keluarga Handi dan Salsa

- Senin, 27 Desember 2021 | 14:38 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Instagram.com/@tni_angkatan_darat)
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Instagram.com/@tni_angkatan_darat)

HALLO INDONESIA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan.

kunjungan ke rumah duka dari keluarga Handi Saputra (18) dan Salsabila (14), korban tewas dalam kecelakaan yang disebabkan tiga oknum prajurit TNI.

"Alhamdulillah, pada hari ini saya Kepala Staf Angkatan Darat melihat langsung dan berkunjung ke rumah duka"

Baca Juga: KPK Panggil Satu Tersangka Kasus Dugaan Suap Pemeriksaan Pajak Tahun 2016-2017

"Sekaligus melihat makam dari korban yang ditabrak lari oleh oknum anggota TNI Angkatan Darat," kata Dudung, Senin 27 Desember 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menyampaikan ucapan duka cita yang terdalam terhadap keluarga korban.

Tak hanya itu, ia juga memastikan proses hukum terhadap tiga oknum prajurit TNI terus berlanjut.

Baca Juga: Kasus Omicron Mencapai 46 Orang, Hampir Semuanya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

"Selaku pembina kekuatan Kepala Staf TNI AD, tentunya akan bertanggungjawab dan proses hukum ini akan terus berlanjut kepada oknum prajurit TNI Angkatan Darat yang terlibat," jelasnya.

Kemudian, Dudung menerangkan ketiga oknum prajurit TNI yakni Kolonel P, Koptu DA dan Kopda A sudah ditahan di Pomdam Jaya. Status ketiganya sudah dialihkan dari kesatuan asalnya.

"TNI Angkatan Darat akan tunduk pada supremasi hukum dengan menyerahkan penyelesaian perkara berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku sesuai dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer," terang Dudung.

Baca Juga: Satuan Pendidikan Wajib gelar PTM Terbatas, Berlaku Mulai Tahun 2022 Mendatang

Dudung juga berkata, pihaknya tak segan untuk memecat ketiga pelaku jika terbukti bersalah dalam kecelakaan hingga menghilangkan nyawa sejoli Handi dan Salsabila.

"Untuk pemecatan, TNI Angakatan Darat akan menyesuaikan dengan putusan dari Peradilan Militer."

"Jika putusan Peradilan Militer disertai dengan pidana pemecatan maka saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat akan menyesuaikan dan mengurus administrasi pemecatan," tegasnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X