Kejagung Ungkap 3 Alasan Hentikan Penuntutan 9 Perkara Melalui Restorative Justice

- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:22 WIB
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Twetter.com/@kejaritebo)
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Twetter.com/@kejaritebo)

HALLO INDONESIA - Jampidum Kejaksaan Agung, Fadil Zumhana, menyetujui permohonan penghentian penuntutan beberapa perkara berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice).

Setidaknya ada sembilan permohonan penghentian penuntutan perkara berdasarkan keadilan restoratif yang disetujui oleh Jampidum Kejagung. Dalam keterangan tertulis, Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Kemensos Pasang Jaringan Air Bersih untuk Lokasi Banjir di Kota Jayapura

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan beberapa perkara yang permohonannya disetujui untuk dihentikan.

Berdasarkan keadilan restoratif diantaranya, perkara tindak pidana atas nama tersangka M. Jafar bin Alm Tulet di Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

Tersangka Jafar disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga: Menpora Zainuddin Amali dan Menteri Erick Thohir Beri Dukungan kepada RANS PIK Basketball

Kemudian, perkara tindak pidana atas nama tersangka Ibrahim M Ali bin Alm M Ali dari Kejaksaan Negeri Bireun.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X