Kebocoran Data di Sejumlah Lembaga, Pemerintah Diminta Benahi Keamanan Siber

- Senin, 24 Januari 2022 | 14:42 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Dok. dpr.go.id)
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Dok. dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti banyaknya kasus kebocoran data yang terjadi di Indonesia dan dialami sejumlah lembaga Pemerintah.

Seperti KPU, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Polri dan yang terbaru peretasan yang dialami Bank Indonesia.

Menurut Sukamta, kasus kebocoran data ini menunjukkan kondisi keamanan siber di Indonesia sudah pada tingkatan sangat mengkhawatirkan.

“Ini sudah dalam kategori darurat, perlu penanganan segera dan harus komprehesif. Mengingat sudah banyak ahli keamanan siber di Indonesia selama ini memberikan kritik dan masukan bahwa infrastruktur keamanan siber di lembaga pemerintah buruk."

Baca Juga: Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Tunai kepada Pedagang di Pasar Baru Tanjung Enim

"Bahkan mudah dibobol oleh hacker pemula. Jika bicara infrastruktur berarti ini menyangkut regulasi, perangkat keras, perangkat lunak, serta ketersediaan SDM," ujar Sukamta dalam keterangan tertulis, Sabtu 22 Januari 2022.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI ini juga menyesalkan lambatnya respon pemerintah dalam mengatasi kebocoran data.

Mengingat hingga saat ini banyak di antara kasus kebocoran data seakan dibiarkan tanpa jelas upaya tindak lanjutnya.

Baca Juga: This Year, 4,500 Animals in North Jakarta Targeted to Be Vaccinated Rabies

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X