Akan Direvisi, Permenkes tentang Urun Biaya dan Selisih Bayar Jaminan Kesehatan Nasional

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:48 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Dok. Kementerian Kesehatan RI)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Dok. Kementerian Kesehatan RI)

HALLO INDONESIA - Kementerian Kesehatan akan merevisi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 tahun 2018 tentang urun biaya dan selisih bayar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal tersebut dipaparkan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI bersama BPJS Kesehatan dan DJSN di Jakarta, Selasa 25 Januari 2022.

"Langkah tersebut sebagai salah satu tindak lanjut arahan Komisi IX DPR pada pertemuan sebelumnya yang meminta Kemenkes melakukan peninjauan manfaat JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK), dan diselaraskan dengan rancangan peta jalan program jaminan sosial 2021-2024," kata Menkes.

Baca Juga: Kemenkes Sederhanakan Birokrasi dengan Lantik 64 Pejabat Fungsional

Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Semua Wilayah

Menkes Budi menjelaskan, nantinya akan diatur terkait urun selisih biaya antara BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta atau asuransi kesehatan tambahan (AKT) yang dimiliki peserta.

"Bagi peserta yang memiliki AKT ada pengaturan baru, yakni dibuka ruang negosiasi antara AKT dan provider untuk pelaksanaan urun biayanya, misalnya jika peserta ingin kenyamanan rawat inap naik ke VIP," imbuh Menkes Budi.

Lebih lanjut Menkes mencontohkan, misalnya peserta BPJS Kesehatan mendapat operasi usus buntu ringan dengan biaya Rp7.299.500, jika ingin naik ke kelas rawat VIP dan negoisasi selisih biaya disepakati 100 persen dengan total tagihan Rp14.599.000, maka yang akan dibayar BPJS Kesehatan RP7.299.500 dan dibayar AKT RP7.299.500

"Mekanisme kombinasi dari benefit ini yang akan kita buat aturannya, sehingga bisa mengefisienkan biaya yang akan dikeluarkan peserta," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X