Densus 88 Antiteror Polri Lakukan Pemantauan Terhadap 5 Orang yang Mendapat Sanksi AS

- Jumat, 13 Mei 2022 | 08:18 WIB
Ilustrasi Tim Densus 88 Antiteror Polri. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Tim Densus 88 Antiteror Polri. (Dok Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lima orang yang mereka sebut sebagai jaringan fasilitator keuangan ISIS.

Lima diantaranya disebut WNI yang beraktivitas di Indonesia, Suriah dan Turki untuk mendukung milisi di Suriah, Rabu 11 Mei 2022.

Terkait hal itu, Densus 88 Antiteror Polri melakukan pemantauan terhadap 5 orang yang dijatuhkan sanksi oleh Amerika Serikat tersebut.

Baca Juga: Presiden Palestina Tuntut Israel Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera

Khusus untuk yang berada di luar negeri, Hubinter NCB Polri bekerja sama dengan Interpol luar negeri tempat fasilitator itu diduga menetap.

Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menjelaskan telah mendapatkan identitas kelima orang tersebut, dua di antaranya pernah diproses hukum di Indonesia oleh Densus 88 Antiteror Polri.

"Yang diproses hukum di Indonesia oleh Densus 88 ada dua orang," jelas Kadiv Humas Polri.

Baca Juga: Resmikan PLTGU Riau, Menteri ESDM Sebut Biaya Produksi Listrik Sumatera Lebih Murah dan Bersih

Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengungkapkan, dua orang tersebut, yakni Ari Kardian, status sudah dibebaskan terkait kasus memfasilitasi pengiriman orang ke Suriah.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X