DPR RI Minta ICC Buka Penyelidikan Kasus Penembakan Jurnalis Al-Jazeera oleh Israel

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:43 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. (Dok. dpr.go.id)
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. (Dok. dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menyampaikan belasungkawanya yang mendalam.

Kepada keluarga dan kerabat jurnalis Al Jazeera yang tertembak Israel, Ali Al-Samoudi dan tewasnya Shireen Abu Akleh ketika meliput serangan Israel di Kota Jenin, di wilayah Tepi Barat.

“Doa dan simpati saya juga untuk Jurnalis Ali Al-Samoudi yang terkena tembakan di punggung."

Baca Juga: Imbangi Permintaan Energi Primer, Peran Gas Bumi Ditingkatkan pada Saat Transisi Energi

"Sebagai mantan jurnalis yang pernah meliput di wilayah konflik bersenjata, saya merasakan kehilangan sosok wartawan yang amat dihormati." 

"Karena telah meliput di tanah pendudukan Palestina sejak awal intifada Palestina kedua pada tahun 2000,” Ketua Komisi 1 DPR RI ini mengutuk keras pembunuhan yang terjadi terhadap jurnalis Al-Jazeera yang sedang bertugas di wilayah pendudukan Palestina itu.

“Ini adalah sebuah tindakan pembunuhan brutal yang dilakukan tentara Israel dan tidak dapat dibenarkan oleh dalih apapun karena Shireen bertugas dengan mengenakan rompi bertuliskan pers,” tegas Meutya.

Baca Juga: Frisian Flag Indonesia Serahkan Bantuan Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19

Meutya juga menambahkan, bila jurnalis/wartawan yang sedang berada di situasi konflik bersenjata harus mendapatkan perlindungan dari kedua belah pihak yang bertikai sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X