Soal Larangan Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan, Kejagung Dapat Dukungan DPR

- Rabu, 18 Mei 2022 | 17:22 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni. (Dok. Dpr.go.id)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni. (Dok. Dpr.go.id)

HALLO INDONESIA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengimbau kepada para terdakwa yang menjalani persidangan, agar tidak lagi mengenakan pakaian atau atribut keagamaan saat persidangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mendukung dan menyambut positif imbauan ini.

Dia meminta atribut agama seolah menjadi tameng maupun upaya pembentukan opini terhadap kejahatan yang menyesatkan masyarakat.

Baca Juga: Jokowi: Masyarakat yang Beraktivitas di Area terbuka Boleh Tidak Gunakan Masker

"Saya mendukung penuhi langkah kejaksaan yang akan menertibkan tindakan tersebut sehingga mampu menghilangkan kesan bahwa tindak pidana hanya dilakukan oleh agama tertentu," ungkap Sahroni dalam keterangannya, Selasa, 17 Mei 2022.

Sahroni mengakui memang kerap melihat para terdakwa mengenakan atribut keagamaan saat persidangan.

Padahal, sebelumnya yang bersangkutan tidak pernah memakainya.

Baca Juga: Jokowi Umumkan Pelonggaran Pemakaian Masker, Ini Alasannya menurut Menkes

"Hal ini tentunya bisa menyesatkan persepsi publik, di mana atribut keagamaan seolah hanya digunakan pada saat tertentu saja."

"Saya tentunya sangat menolak pandangan ini, dan saya juga muak agama selalu dijadikan tameng," tuturnya.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X