Polri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Pencurian yang Libatkan 40 Petani

- Selasa, 24 Mei 2022 | 16:40 WIB
pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit. (Pixabay.com/tristantan)
pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit. (Pixabay.com/tristantan)

HALLO INDONESIA - Polri menerapkan Restorative Justice atau keadilan restoratif dalam menyelesaikan kasus dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit PT  Daria Dharma Pratama (DDP).

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, pihak kepolisian menjadi mediator antara 40 petani dan pihak DDP.

Usai proses itu, kata Agus, kedua belah pihak sepakat untuk diselesaikan secara keadilan restoratif.

Baca Juga: Sempat Diamankan Akibat Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda, 26 Mahasiswa Dipulangkan

"Penyelesaian perkara pencurian tandan buah segar Kelapa Sawit PT. DDP kedua belah pihak sepakat untuk diselesaikan secara restorative justice," kata Agus kepada wartawan, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022.

Dengan telah disepakatinya keadilan restoratif, Agus menyebut bahwa, 40 orang petani yang sempat dilakukan penahanan kini telah dibebaskan.

"Telah dikeluarkan sebanyak 40 orang tahanan kasus tindak pidana pencurian TBS kelapa sawit," ujar Agus.

Baca Juga: Polri Gelar Operasi Mantap Brata, Demi Amankan Proses Tahapan Pemilu 2024

Dalam proses mediasi itu, perwakilan dari Kuasa Hukum dan LSM AKAR,  Zeliq Ilham Hamka menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah menjadi memfasilitasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara ini.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X