Jokowi Sebut Indonesia Berpeluang Tingkatkan Devisa Negara saat Krisis Pangan Global

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), di Istana Negara, Jakarta. (Dok. Setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), di Istana Negara, Jakarta. (Dok. Setkab.go.id)

HALLO INDONESIA - Indonesia berpeluang meningkatkan devisa negara melalui ekspor bahan pangan ketika terjadinya krisis pangan global yang mulai diprediksi terjadi dalam waktu dekat.

Karena, Indonesia memiliki banyak lahan yang subur ditumbuhi oleh beragam tanaman pangan.

Di antaranya, jagung, porang, gandum, padi, dan sorgum. Beragamnya tanaman pangan yang dimiliki oleh berbagai wilayah di tanah air, tentunya mampu merespon permintaaan global untuk sektor pangan.

Baca Juga: Imigrasi Lakukan Deportasi Seorang WNA Asal Polandia, Terpidana Kasus Skimming ATM

Permintaan bahan pangan, khususnya beras di mulai dari 100 ribu ton per bulan hingga 2,5 juta ton per tahun ke dalam negeri.

"Dan permintaan itu sudah masuk banyak sekali, ada yang minta untuk kebutuhan mencapai 2,5 juta ton beras untuk tahun ini."

"Saya kira itu akan meningkatkan cadangan devisa kita," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP), di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.

Baca Juga: KPK Minta Imigrasi Cegah Mantan Bupati Tanah Bumbu ke Luar Negeri, Begini Alasannya

Dengan lahan subur yang dimiliki Indonesia, produksi bahan pangan pun menjadi relatif lebih singkat.

Seperti, dalam memproduksi bahan pangan jagung dapat dilakukan dalam periode waktu 90-100 hari, produksi bahan pangan beras dapat dilakukan dalam waktu empat bulan, dan produksi kedelai bisa dilakukan dari 90-100 hari.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X