Kejagung Nyatakan Status Dugaan Korupsi Impor Garam Naik ke Tahap Penyidikan

- Selasa, 28 Juni 2022 | 16:32 WIB
Petani Garam. (Pexels.com/Guduru Ajay bhargav)
Petani Garam. (Pexels.com/Guduru Ajay bhargav)

HALLO INDONESIA - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menaikkan status penanganan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Wewenang dalam Penentuan Kuota, Pemberian Persetujuan, Pelaksanaan, dan Pengawasan Impor Garam Tahun 2016-2022 ke penyidikan.

"Dari tahap penyelidikan menjadi tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Prin-38/F.2/Fd.2/06/2022 tanggal 27 Juni 2022," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangannya yang dikutip Selasa 28 Juni 2022.

Peningkatan tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, lanjut Ketut, didasarkan pada fakta-fakta yang diperoleh selama penyelidikan bahwa telah ditemukan suatu peristiwa pidana dalam impor garam terutama garam industri sejak 2016-2022.

Baca Juga: Ternyata DJ Joice, Inilah Sosok DJ yang Ditangkap Polisi Terkait Perkara Narkoba

Pada 2018 terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau senilai Rp2.054.310.721.560 tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia sehingga mengakibatkan stok melimpah.

Para importir kemudian mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi.

Sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian perekenomian negara.

Baca Juga: Mulai 1 Juli, Beli Pertalite dan Solar Masyarakat Harus Daftar Lewat Aplikasi

"Tim Penyelidik telah melakukan permintaan keterangan kepada beberapa orang yang terkait dan mendapat dokumen-dokumen yang relevan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X