Vaksin Covid-19 Produksi CanSino dari China Dinyatakan Haram oleh Majelis Ulama Indonesia

- Senin, 4 Juli 2022 | 15:14 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Vaksin Covid. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru vaksin Covid-19.

MUI menetapkan bahwa vaksin produksi CanSino Biologics Inc China dengan nama Convidecia adalah haram.

Fatwa tersebut diatur dalam Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansino Biologics Inc China yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda.

Baca Juga: 44 Damkar Diterjunkan dalam Insiden Kebakaran yang Hanguskan Ruko Bertingkat di Gambir

“Menetapkan fatwa tentang hukum vaksin Covid-19 produksi Cansino hukumnya haram,” tulis fatwa MUI dalam laman resminya, dikutip Senin 4 Juli 2022.

MUI menjelaskan alasan menetapkan vaksin produksi Cansino adalah haram karena dalam proses produksi vaksin tersebut ternyata memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia.

"Memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus' minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia," lanjut fatwa tersebut.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong Quotex dengan Tersangka Doni Salmanan Dilimpahkan ke Kejaksaan

MUI sebelumnya juga menetapkan vaksin Covid-19 'Covovaxmirnaty' produksi India adalah haram lantaran ditemukan adanya penggunaan enzim dari pankreas babi dalam proses produksinya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan fatwa terkait vaksin produksi Serum Institute of India Pvt yang bernama Covovaxmirnaty adalah haram,” tulis MUI dalam laman resminya, Jumat 24 Juni 2022.***

Baca Juga: Pemain Sinetron Martinez Lapor ke Polda Metro, Jadi Korban Pengeroyokan

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X