Vaksin Booster Jadi Syarat untuk Mobilitas Masyarakat, akan Diterapkan 2 Pekan Lagi

- Selasa, 5 Juli 2022 | 17:02 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid 19. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Vaksin Covid 19. (Dok. Media Hallo/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga menjabat Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru bakal diterapkan paling lama dua pekan lagi.

Adapun keputusan pemerintah itu merujuk terhadap hasil Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan akan diatur melalui peraturan Satgas Penanganan Covid-19 dan peraturan turunan lainnya.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area public,”ujar Luhut, di Jakarta, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Jenis Sabu Saat Lakukan Transaksi di Jalan Lintas Sumatera

“Kemudian, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," ujarnya menambahkan.

Penerapan kebijakan booster sebagai syarat mobilitas diambil lantaran capaian vaksinasi yang masih rendah.

Menurut data PeduliLindungi, dari rata-rata orang masuk mal per hari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang telah melakukan booster.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Menteri PANRB Ad Interim

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran akan diubah jadi vaksinasi booster,” tuturnya.  

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X