PPKM Darurat Diperpanjang, Pengamat: Bakal Ganggu Aktivitas Ekonomi

- Selasa, 20 Juli 2021 | 21:21 WIB
Presiden Joko Widodo./tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo./tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

HALLO INDONEISA - Perpanjangan PPKM Darurat terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

PPKM Darurat yang diberlakukan sejak tanggal 3-20 Juli 2021, cukup berpengaruh banyak bagi kehidupan masyarakat, terutama yang terdampak secara ekonomi.

Salah satu pengamat ekonomi Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan memperpanjang PPKM Darurat dapat mengganggu aktivitas perekonomian nasional.

"Ada beberapa industri yang berpotensi terdampak, seperti industri tekstil," kata Yusuf di Jakarta, seperti dilansir Hallo.id dari Antara.

Ekonom Senior Center Of Reform on Economics (CORE) itu menambahkan beberapa pos ekonomi selain industri juga akan mengalami dampak dari kebijakan tersebut, seperti jasa makanan minuman dan akomodasi.

Potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada jenis-jenis pekerjaan itu kemungkinan akan terjadi apabila pemerintah memperpanjang kebijakan PPKM.

Yusuf mengingatkan ketika PPKM selesai ada periode transisi sebelum aktivitas perekonomian kembali bergeliat. Periode transisi itu umumnya berlangsung selama satu hingga dua bulan.

Dalam masa tunggu itu, aktivitas perekonomian belum akan pulih seperti sebelum penerapan PPKM Darurat.

"Sementara pelaku usaha harus menanggung ongkos produksi, pendapatan belum akan pulih karena permintaan barang dan jasa dari masyarakat belum terjadi. Dalam periode inilah potensi efisiensi berpotensi dilakukan salah satunya dengan cara PHK," ujar Yusuf.

Halaman:

Editor: Anggriawan

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mantap, BIN Siapkan 15.000 Vaksin untuk 7 Provinsi

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:11 WIB
X