Mantap, BIN Siapkan 15.000 Vaksin untuk 7 Provinsi

- Minggu, 25 Juli 2021 | 19:11 WIB
Vaksinasi Massal Siswa Sekolah di Kabupaten Cianjur (Humas BIN)
Vaksinasi Massal Siswa Sekolah di Kabupaten Cianjur (Humas BIN)

JAKARTA, Hallolampung.com - BIN menyiapkan 15.000 vaksin dan 15.000 bantuan sosial (bansos) berisi sembako dan vitamin yang disebar secara door to door (DtD) di tujuh provinsi, termasuk untuk warga Jabar di Kabupaten Cianjur yang saat ini masuk kategori zona merah. Vaksinasi harus dilakukan sebanyak mungkin agar cepat terciptanya kekebalan komunitas atau herd imunnity.

"Hari ini 15.000 vaksin dan 15.000 bansos serta vitamin yang diberikan BIN secara door to door berlangsung di tujuh provinsi secara serentak. Selain di Cianjur Jawa Barat, kegiatan ini juga berlangsung di Banten, Jateng, Riau, Kaltim, Sulsel, dan Jatim,” ujar Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan S.H., M.Si., di MA dan MTS Tanwiriyyah, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (25/7/2021).

Tujuh provinsi tersebut yaitu Jabar (seluruhnya di Kab. Cianjur), Banten (Kab. Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Ponpes: Kab. Lebak, dan Bansos: Kab. Lebak), Jateng (seluruhnya di Kab. Banjarnegara), Riau (Kab. Pelalawan & Kota Pekanbaru, Ponpes: Kota Pekanbaru, Bansos: Kota Pekanbaru), Kaltim (Kab. Passer, Ponpes: Kab. Kutai Kartanegara, Bansos: Kab. Passer), Sulsel (Kab. Gowa, Ponpes: Kab. Gowa, Bansos: Kota Makassar), dan Jatim (seluruhnya di Kab. Sidoarjo).

Total 15.000 vaksin dan 15.000 bantuan sosial disebarkan langsung kepada warga serta pelajar setingkat SMP dan SMA. Sedangkan khusus wilayah Cianjur, vaksinasi diberikan kepada siswa pelajar tingkat MTS dan MA di Yayasan Madrasah Tanwiriyyah juga sekaligus untuk vaksin dan bansos diberikan secara door to door kepada warga Kabupaten Cianjur.

Padahal, sejak awal pandemi, Cianjur bertahan di status zona kuning atau orange. Saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur mencapai 10.129 kasus. Pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 7.998 orang, dan yang masih menjalani isolasi sebanyak 1.673 orang. Sedangkan angka pasien Covid-19 meninggal mencapai 256 orang.

Budi Gunawan menegaskan, kegiatan ini adalah atas perintah Presiden Jokowi, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin. Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5 M, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar online dapat segera diterapkan.

 “Tentunya progam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji. Oleh karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” terang Budi.

Menurutnya, vaksin ini penting, jadi diharapkan masyarakat Indonesia jangan termakan ucapan-ucapan yang muncul di media sosial dari beberapa orang yang sangat menyesatkan. Budi menegaskan virus Covid-19 ini nyata. Sudah memakan korban banyak. Bukan hanya di Indonesia, semua negara mengalami ini. Semua harus pro aktif untuk di vaksin. Dengan vaksinasi minimal tercegah dari kematian dan kemungkinan bisa sembuh.

 “WHO menegaskan pandemi ini masih panjang dan berujung menjadi penyakit musiman, oleh karena itu, kita harus terus mengantisipasi hal ini dengan menerapkan prokes dan segera vaksin untuk meningkatkan imun,” ungkapnya.

Sebagai himbauan, katanya, tentu sangat mengharapkan seluruh masyarakat disiplin dalam protokol kesehatan (prokes). Tak kalah penting adalah menggunakan masker, bahkan bisa memakai dobel, karena ada varian baru yang penularannya cepat, lebih ganas, dan bisa tembus di beberapa masker yang tipis. “Pemerintah sangat peduli menyelamatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga saling bahu membahu mendukung pemerintah. Bila kita bersatu, maka Indonesia bisa menghadapi pandemi ini. Untuk Indonesia yang sehat,” tutup Budi.***

Editor: Diana Alfiatri

Tags

Terkini

X