Merugikan Hingga Rp1,4 Triliun, Dampak dari Praktek Mafia Perkara Pertanahan

- Rabu, 21 September 2022 | 14:57 WIB
Ilustrasi Mafia Tanah. (Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Mafia Tanah. (Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyoroti praktik mafia tanah semakin mengkhawatirkan.

Menurut dia, dampak dari perkara pertanahan setidaknya telah memunculkan kerugian hingga Rp1,4 triliun.

"Tindak pidana berkaitan dengan perkara pertanahan di Indonesia memunculkan nilai kerugian mencapai Rp1,4 triliun," tulis ST Burhanuddin dalam laman akun Twitter pribadinya, Selasa 20 September 2022.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Pengemudi Ojek Online Gelar Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPR

"Respons cepat dari saudara-saudari (Jaksa Agung Muda) sekalian diperlukan untuk benar-benar melaksanakan Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 tahun 2021 tentang pemberantasan mafia tanah," sambungnya.

Selain itu, ST Burhanuddin juga meminta para Jaksa Agung Muda untuk mencermati isu aktual terkini.

Bukan hanya terkait maraknya mafia tanah, juga mafia pelabuhan dan bandar udara, serta kelangkaan pupuk bagi petani.

Baca Juga: Saksi Brigjen Hendra Kurniawan Masih Sakit, Sidang Kode Etik Digelar Pekan Depan

"Kepada para Jaksa Agung Muda, isu aktual terkini yang patut dicermati adalah maraknya mafia tanah, mafia pelabuhan dan bandar udara, serta kelangkaan pupuk bagi petani," tuturnya.

Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan, keberadaan mafia telah meresahkan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian negara.

Bahkan, ia melanjutkan, berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X