Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Usut Isu Keberadaan Konsorsium 303

- Kamis, 22 September 2022 | 13:51 WIB
Ilustrasi Konsorsium 303. (Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari)
Ilustrasi Konsorsium 303. (Dok. Hallo.id/M. Rifai Azhari)

HALLO INDONESIA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan sudah memerintahkan para penyidik untuk mengusut tentang isu keberadaan kelompok Konsorsium 303.

Isu adanya konsorsium 303 mencuat bersamaan dengan proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang melibatkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo.

Di dalam diagram yang beredar di masyarakat, Konsorsium 303 disebut-sebut terlibat mengendalikan berbagai bisnis ilegal.

Baca Juga: Berkas Perkara Roy Suryo Masih Diteliti Kejaksaan, Kasus Uggahan Meme Stupa Mirip Jokowi

Di dalam diagram juga tercantum identitas sejumlah Polisi, termasuk Ferdy Sambo, yang disebut-sebut terlibat di dalam kelompok itu.

Terkait dengan isu itu, Kapolri merespon dengan mengatakan pihaknya sudah meminta jajarannya untuk mengusut kebenaran isu tersebut.

Seraya memerintahkan mengusutnya sampai ke atas, begitu didapatkan nama, red notice atau cekal.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Di Ambon, IDE Group Siap Fasilitasi Dan Beri Dukungan

"Kemudian, dari situ kita ungkap apakah ada anggota yang terlibat atau tidak,” demikian disampaikan Kapolri, Rabu 7 September 2022 malam.

Kapolri juga meminta agar isu tersebut betul-betul diungkap.

Namun terkait pengusutan isu konsorsium 303 itu, Kapolri menegaskan Polri akan bekerja sesuai fakta berdasarkan scientific crime investigation dalam proses pengungkapan grafik itu.

Baca Juga: Heboh Kopiko Muncul Di Todays Webtoon, Little Woman Hingga Adamas. 15 Drama Korea Menyusul!

Menurut Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri akan bergerak mengusut isu itu dari pembuktian.

Itu lah yang menjadi dasar pengusutan dengan pendekatan scientific crime investigation.

Tidak bisa kerangka hukum didasarkan pada asumsi-asumsi. Perlu pembuktian yang cermat karena menyangkut nama-nama yang disebut.***

Baca Juga: Samsung Galaxy S24 Bakal Jadi Smartphone Pertama dengan Fitur Wi Fi 7

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X